Kontak senjata antara TNI dan KKB di Papua bisa terjadi sewaktu-waktu. Tidak peduli lokasi dan waktu. Hal itulah yang dialami oleh dua prajurit TNI AD yang sedang mandi di pos. Tiba-tiba mereka mendapatkan serangan tembakan dari KKB.
Serangan mendadak membuat para prajurit kaget. Mereka pun berlindung untuk mengamankan diri. Secara cepat para prajurit langsung loncat, mengambil senjata untuk memberikan perlawanan kepada lawan.
Tidak hanya itu, saking intensnya serangan dari KKB membuat kambing yang ada di pos TNI pun ikut berlindung karena takut mati. Bagaimana momen lengkapnya? Simak ulasannya sebagai berikut.
Advertisement
Momen itu diunggah dalam sebuah video di channel Youtube AL VIGEST. Dalam video tersebut, dua prajurit TNI sedang menceritakan kejadian saat mereka secara tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak dari KKB di Papua.
Menurut keterangan salah satu prajurit, serangan itu datang ketika dirinya sedang mandi. Saat baru membuka baju, tiba-tiba suara tembakan menghujani pos mereka. Alhasil, kegiatan mandi pun secara mendadak ia batalkan.
“Pas mau buka pakaian tembakan bunyi langsung. Pakai pakaian lagi. Langsung lari ke kamar. Kita semua langsung pegang pucuk masing-masing senjata. Langsung masuk ke dudukan. Tapi kita lewat jalan pelolosan. Jalan pelolosan kan kecil,” ucap prajurit TNI.
Diketahui, prajurit yang sedang diserang oleh KKB di pos adalah sebanyak 3 orang. Masing-masing dari mereka panik karena serangan yang didapatkan dari KKB. salah satu prajurit pun langsung lompat untuk mengambil senjata.
“Waktu itu kita ada tiga orang. Ada tiga orang. Jadi saya lompat duluan, terus ada abang saya sama ada letting saya dari belakang. Karena panik saya lompat duluan,” lanjutnya.
Selain itu di pos jaga terdapat beberapa beberapa ekor kambing. Kambing-kambing di pos juga dikatakan sangat ketakutan karena tembakan tersebut. Sehingga mereka juga mencari tempat untuk berlindung.
“Kambing juga berlindung. Tanya dia. Kambing berlindung di bawah pos,” ucap prajurit.
Advertisement
Menurut keterangan para prajurit, mereka kontak senjata dengan KKB sebanyak 6 kali di hari yang berbeda. Dua hari setelah kontak senjata pertama, prajurit mendapatkan serangan lagi. Serangan tersebut berlangsung selama 2 sampai 3 jam dan terjadi saat sore menjelang malam.
“Yang kontak kedua itu dua hari lagi. Dua hari bunyi lagi. Dia tembak lagi. Itu tembak sampai malam itu. Suruh kirim doa itu. Dua jam, tiga jam,” terang prajurit TNI.
Sementara itu, kontak ketiga terjadi saat malam hari. Saat itu, salah satu prajurit mengaku sedang makan. Saat mendengar bunyi senjata, ia langsung membuang piring yang penuh dengan makanan beserta sendok-sendoknya.
“Kontak ketiga itu yang malam itu. Yang malam jam 6 itu. Maghrib itu. Saya sedang makan di dapur itu santai-santai makan. Tiba-tiba barang bunyi tabrak dinding itu, tang, langsung. Saya baru makan. Makanan langsung saya buang sam sendok-sendoknya,” jelas prajurit.
Berkali-kali kontak senjata membuat mereka harus berjuang untuk mempertahankan diri. Di sisi lain, mereka juga siap menerima kekalahan. Bahkan, mereka mengatakan bahwa mereka siap mati saat bertugas.
“Saya bilang ini saya punya dosa-dosa keluar. Dosa kami terlalu banyak. Pokoknya kalau mati, mati sudah. Maksudnya kalau macam nasib to,” ucapnya.