Cara Membuat Tharid Menu Kesukaan Nabi Muhammad SAW, Serta Kisah Menariknya
Merdeka.com - Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT yang istimewa dan menerima wahyu. Rasulullah juga terjaga (ma'shum) dari melakukan perbuatan-perbuatan dosa.
Di balik itu, ternyata Rasulullah memiliki salah satu menu makanan favorit. Begitu terkenal sampai ditulis dalam kisah sejarah dan hadis, yakni Tharid. Saking sukanya dengan makanan ini, Rasulullah sampai mengibaratkan Tharid, seperti putrinya, Fatimah.
Selain itu, menu makanan kesukaan Rasul ini juga pernah disebutkan dalam buku berjudul Medieval Cuisine of the Islamic World: A Concise History with 174 Recipes (Lilia Zaouali, 2007). Jika merujuk pada beberapa hadis, ada makanan atau hidangan yang disukai, bahkan sangat digemari Rasul. Tapi yang paling terkenal ialah Tharid.
Penasaran dengan cara membuat Tharid menu kesukaan Nabi Muhammad SAW, beserta kisah menarik yang jarang diketahui? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Cara Membuat Tharid
Dilansir dari al-Talib.org, Tharid adalah hidangan daging yang dituangi Talbina. Biasanya hidangan ini dimasak dengan daging domba, tapi daging sapi bisa dijadikan sebagai pengganti yang tepat. Dagingnya dimasak dengan bawang bombay dan kacang garbanzo atau chickpea. Serta berbagai bumbu dan direbus hingga matang. Berikut cara membuat Tharid:

Dream ©2021 Merdeka.com
Bahan:
500 gram daging domba atau daging sapi, potong dadu400 gram kacang chickpea atau sering disebut kacang arab (rendam semalaman jika Anda menggunakan kacang kering)1 bawang bombay ukuran besar, kupas dan potong kecilMinyak secukupnyaAir secukupnyaGaram dan lada secukupnya, sesuai seleraKetumbar secukupnya8 potong roti, sebagai pengganti nasi jika di IndonesiaMentega untuk roti sesuai selera
Cara Memasak Tharid:
1. Dalam wajan, panaskan minyak goreng. Jika sudah panas, masukkan bawang bombay cincang. Masak dengan api sedang sampai bawang bombay tercium harum. Pastikan diaduk terus supaya tidak gosong.
2. Pada panci lain yang besar, masak daging dengan minyak sampai berubah warna. Taburi garam dan lada untuk meningkatkan rasanya.
3. Setelah daging matang, masukkan bawang bombay yang telah ditumis tadi. Masak bersama selama beberapa menit.
4. Aduk hingga merata, kemudian masukkan kacang dan tambahkan air.
5. Taburkan lada dan ketumbar sesuai selera, ini memberi rasa lebih pada kaldu.
6. Masak dengan api sedang sampai Anda melihat buih pada permukaan kaldu. Buang busa dengan sendok.
7. Kecilkan api dan masak dengan api kecil selama 1 setengah sampai 2 jam, atau sampai daging benar-benar empuk.
8. Taruh roti ke dalam mangkuk saji dan tuangkan kaldu di atasnya. Ini akan melembutkan roti dan membuatnya beraroma. Tambahkan isi Tharid.
9. Diamkan hingga suhu yang dapat dimakan secara alami, tak perlu tergesa-gesa dan tak meniup seperti ajaran Rasul.
Hadis tentang Tharid
Rasulullah SAW mengumpamakan keunggulan Tharid dengan makanan lainnya, sama seperti Fatimah dengan perempuan lain. Dengan kata lain, Tharid menjadi hidangan kesukaan beliau. Seperti yang dikisahkan oleh al-Bukhari dan tertuang dalam Sahih al-Bukhari:
"Sama seperti tharid yang lebih sedap ketimbang semua masakan, begitu pula Fatimah yang lebih hebat dibandingkan semua perempuan," kata Rasulullah.

ilustrasi nabi Muhammad 2.bp.blogspot.com
Selain Tharid, Nabi SAW juga menyukai Talbina. Salah satu menu yang acap kali disajikan bersama Tharid. Talbinah adalah sejenis sup yang mengandung lemak, gandum, madu, dan sayur hijau.
Dikutip dari NU online yang merujuk buku Sehat Ala Nabi: 365 Tips Sehat Sesuai Ajaran Rasulullah (Mohammad Ali Toha Assegaf, 2015), talbinah baik untuk untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kemudian mengembalikan keseimbangan tubuh yang terganggu. Serta memberi kekuatan, karena mengandung energi yang tinggi.
Kisah Menarik Soal Daging Kambing dan Nabi SAW

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Naufal MQ
Seperti diketahui, bahwa Nabi Muhammad SAW menyukai daging, terutama bagian kaki dan paha. Menurut hadits yang diriwayatkan Bukhari dari Qadhi Iyadh, Rasulullah SAW menyukai daging bagian kaki dan paha.
Karena kedua bagian itu punya aromanya khas, rasa yang manis, dan jauh dari tempat berbahaya. Kendati demikian, tak diketahui lebih rinci bagaimana daging tersebut dimasak. Apakah disemur, digulai, dibakar, direndang, atau yang lainnya.
Terdapat kisah unik tentang daging dan Rasulullah. Kala itu beliau mendapatkan hadiah daging kambing panggang dari Zainab binti al-Harits, seorang Yahudi Khaibar. Wanita ini sampai menegaskan bahwa itu adalah hadiah, bukan sedekah. Rasul menerimanya dengan senang hati.
Namun ternyata, daging kambing panggang tersebut beracun. Rasulullah baru menyadari, jika hidangan itu mengandung racun, setelah melihat kaki domba. Beliau pun langsung memuntahkan domba panggang tersebut. Kisah ini merujuk dari buku berjudul Para Penentang Muhammad SAW. (Misran dan Armansyah, 2018)
(mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya