Peringatan Isra Mi'raj Bengkayang: Momentum Penguatan Moral dan Tanggung Jawab Sosial Umat

Umat Islam di Bengkayang memaknai peringatan Isra Mi'raj sebagai ajang penguatan moral dan tanggung jawab sosial di tengah kompleksitas hidup, dengan Al-Qur'an sebagai pedoman utama.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Peringatan Isra Mi'raj Bengkayang: Momentum Penguatan Moral dan Tanggung Jawab Sosial Umat
Umat Islam di Bengkayang memaknai peringatan Isra Mi'raj sebagai ajang penguatan moral dan tanggung jawab sosial di tengah kompleksitas hidup, dengan Al-Qur'an sebagai pedoman utama. (AntaraNews)

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah baru-baru ini digelar di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Acara ini menjadi momentum penting bagi umat Islam setempat untuk merefleksikan diri. Kegiatan tersebut dimaknai sebagai ajang penguatan moral serta tanggung jawab sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

Pesan utama yang disampaikan dalam peringatan Isra Mi'raj Bengkayang tersebut sangat menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Kitab suci ini diharapkan dapat membimbing perilaku individu dalam keseharian. Selain itu, Al-Qur'an juga menjadi panduan dalam kehidupan keluarga hingga interaksi sosial di tengah masyarakat.

Penceramah KH Muhammad Nur Effendi turut hadir dan memberikan tausiyah inspiratif dalam acara ini. Beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber nilai utama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Nilai-nilai tersebut mencakup baik yang bersifat spiritual maupun sosial.

Al-Qur'an sebagai Pedoman Hidup dan Tanggung Jawab Akhirat

KH Muhammad Nur Effendi dalam ceramahnya di Bengkayang pada Jumat lalu, secara tegas menyatakan bahwa Al-Qur’an berisi seluruh perintah dan larangan Allah SWT. Di dalamnya sudah sangat jelas mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan dalam kehidupan. Penegasan ini menggarisbawahi peran fundamental Al-Qur'an sebagai konstitusi ilahi bagi umat Muslim.

Lebih lanjut, Nur Effendi mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia akan sangat menentukan akhir kehidupannya. Oleh karena itu, umat Islam harus senantiasa menjaga perilaku dan menjauhi kemaksiatan. Konsep ini menekankan pentingnya introspeksi dan perbaikan diri secara berkelanjutan.

Beliau menjelaskan perbedaan antara husnul khatimah dan suul khatimah. Jika seseorang meninggal dalam kebaikan, itu disebut husnul khatimah, sementara jika meninggal dalam keburukan dan maksiat, itu disebut suul khatimah. Peringatan ini menjadi motivasi agar setiap Muslim berusaha meraih akhir hidup yang baik.

Selain aspek perilaku, Nur Effendi juga menyoroti pentingnya kejujuran dan kehalalan dalam mencari rezeki. Seluruh harta yang dimiliki manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. “Carilah harta di jalan Allah, karena setiap harta akan ditanya dari mana diperoleh dan untuk apa digunakan,” katanya. Pesan ini relevan untuk memperkuat moral ekonomi umat.

Refleksi Isra Mi'raj untuk Penguatan Akhlak dan Kepedulian Sosial

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Islam Bengkayang, Rudiman, turut memberikan pandangannya mengenai peringatan Isra Mi’raj ini. Menurutnya, peringatan ini harus menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh umat. Tujuannya adalah agar nilai-nilai keislaman tidak hanya berhenti pada peringatan tahunan semata, melainkan terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Rudiman menekankan bahwa Isra Mi’raj seharusnya menjadi pengingat bagi setiap individu Muslim. Ini adalah kesempatan untuk memperbaiki akhlak, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga persatuan umat dalam kehidupan sehari-hari. Pesan ini relevan untuk membangun harmoni sosial di tengah masyarakat Bengkayang.

Melalui penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, Rudiman berharap dapat terwujud kehidupan sosial yang berintegritas. Kehidupan tersebut juga diharapkan berkeadilan dan saling menguatkan antar sesama. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kontribusi positif umat Islam melalui penerapan nilai-nilai ini diharapkan mampu mendukung pembangunan daerah Bengkayang secara keseluruhan. Peringatan Isra Mi'raj Bengkayang ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi