Setelah hari Raya Idul Adha stok daging di rumah biasanya akan melimpah. Agar bisa digunakan dalam durasi waktu yang lama, daging harus disimpan dengan baik.
Selain menyimpannya di freezer begitu saja, ternyata ada cara lain untuk membuat daging lebih awet. Sehingga membuatnya mudah diolah nantinya.
Menyimpan daging agar lebih awet dan menjaga kualitasnya tetap baik ternyata bisa menggunakan bumbu dapur. Simak ulasan selengkapnya, Selasa (25/6/2024):
Advertisement
Dilansir dari laman briliofood, disebutkan jika trik menyimpan daging dengan bumbu dapur ini dibagikan oleh pengguna Instagram @sahid_taehyung.
Melalui salah satu video yang diunggah, dia menggunakan tambahan satu bumbu dapur saat hendak menyimpan daging.
Bumbu dapur yang dimaksud adalah garam. Selain diberi garam, ada tahapan lain yang harus dilakukan untuk membuat daging jadi lebih awet saat disimpan, yakni:
1. Membersihkan Daging
Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menyimpan daging ialah membersihkan daging.
Namun, jangan menggunakan air agar tidak meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.
Cukup bersihkan daging dengan cara di tap-tap menggunakan tisu dapur.
Jika ada kotoran yang membandel, lebih direkomendasikan untuk di-uap atau steaming saja.
Selain disteaming, kotoran di permukaan daging juga bisa diambil dengan cara dipotong menggunakan pisau.
Dengan begitu, daging jadi lebih bersih dan higienis. Pastikan daging benar-benar bebas kotoran saat hendak disimpan.
2. Potong Daging
Setelah bersih, Anda bisa memotong daging sesuai ukuran potongan untuk sekali masak.
Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengambil daging secara bergantian. Setelah itu, masukkan potongan daging ke dalam wadah kedap udara.
Advertisement
3. Beri Taburan Garam
Sebelum wadah ditutup, taburi daging dulu dengan garam secukupnya di bagian atas. Lalu aduk-aduk dan ratakan menggunakan tangan.
Dalam keterangan, disebutkan jika garam membantu membunuh bakteri yang ada di dalam daging. Sehingga membuat kualitas daging bisa terjaga lebih lama.
4. Masukkan ke Freezer
Setelah garam telah melumuri bagian-bagian daging, Anda bisa menutup wadah dan menyimpannya di dalam freezer.
Dengan cara tersebut, daging akan lebih awet, empuk, dan tak mudah busuk hingga berbulan-bulan.
Penggunaan garam dalam mengawetkan makanan sebenarnya bukan lah hal yang baru.
Bumbu dapur satu ini sudah sejak lama dipakai untuk membantu mengawetkan makanan.
Dilansir dari berbagai sumber, garam efektif sebagai pengawet karena mengurangi kadar air pada makanan.
Keberadaan air pada suatu makanan berpotensi meningkatkan risiko pertumbuhan mikroba, penyebab daging busuk.
Manusia menggunakan garam sebagai bahan pengawet alami pada makanan sejak lama.
Ada dua alasan yang membuat garam ampuh untuk mengawetkan makanan.
1. Garam Mengeluarkan Air
Semua makhluk hidup tidak dapat hidup atau berkembang tanpa air, termasuk bakteri yang dapat menimbulkan racun pada makanan.
Garam dapat mengeluarkan air dari makanan sehingga membuatnya kekurangan kandungan air (dehidrasi).
Advertisement
Apabila kandungan air dalam makanan berkurang, maka bakteri tidak akan berkembang pada makanan. Hal tersebut membuat makanan jadi tahan lama atau awet.
2. Garam Membunuh Mikroba
Dalam larutan garam yang sangat tinggi, banyak mikroba akan pecah karena perbedaan tekanan antara bagian luar dan dalam organisme.
Garam yang tinggi juga bisa menjadi racun bagi proses internal mikroba dengan mempengaruhi DNA dan enzim.
Selain itu, larutan yang tinggi gula juga memiliki efek yang sama pada mikroba.
Itu sebabnya gula juga digunakan sebagai pengawet makanan, seperti selai dan jeli.
Konsentrasi garam yang lebih tinggi tidak membantu menjaga makanan tetap segar.
Namun, mengawetkan makanan menggunakan garam dapat mencegah pembusukan lebih lama.
Advertisement
Advertisement
Teknik pengawetan daging dengan garam ternyata bisa dilakukan dengan metode bernama Curing.
Curing adalah metode mengawetkan daging dengan menambahkan bahan kimia seperti NaCl, Na-nitrit, Na-nitrat dan gula serta bumbu-bumbu lainnya.
Salah satu pengawetan bermetode curing dapat dilakukan memakai garam.
Konsentrasi garam lebih dari enam persen pada fase cair akan menghambat bakteri Achromobacter dan Pseudomonas.
- Gunakan garam curing atau curing salt karena tidak semua garam bisa digunakan untuk mengawetkan daging.
- Pisahkan daging dengan lemak, hal ini akan meminimalkan bau tengik yang dihasilkan oleh daging ketika proses pengawetan berlangsung.
- Pastikan daging dalam suhu dingin. Apabila tak ada kulkas, bisa ditaruh dalam kotak es. Hal ini penting untuk menjaga kualitas daging sebelum proses pengawetan.
- Rendam atau baluri daging dengan garam, pilih salah satunya. Apabila direndam, Anda bisa mencampur larutan garam dengan gula. Perendaman dalam larutan cukup dilakukan selama lima menit.
- Langkah terakhir setelah membaluri atau merendam daging dengan garam adalah menjemurnya di bawah sinar matahari.
- Pastikan semua bagian daging memperoleh panas matahari yang cukup. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggantung daging ketika dijemur.
Advertisement