Bukti Kebiadaban Israel di Rafah, Penampakan Mayat-mayat Tertimpa Bangunan yang Dibom Memilukan Hati

Video merekam pemandangan sedih korban tertimpa reruntuhan setelah Israel menyerang wilayah perbatasan Rafah.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Bukti Kebiadaban Israel di Rafah, Penampakan Mayat-mayat Tertimpa Bangunan yang Dibom Memilukan Hati
Bukti Kebiadaban Israel di Rafah, Penampakan Mayat-mayat Tertimpa Bangunan yang Dibom Memilukan Hati (Merdeka.com)

Serangan Israel di perbatasan Rafah sejak Senin 6 Mei 2024 lalu itu, menyebabkan sekitar 27 orang tewas.

Beberapa video dan foto merekam aktivitas serangan militer Israel yang intens di area tersebut pun banyak beredar. Simak ulasannya:

Israel Serang Rafah
Dok. Istimewa

Melansir dari cuitan akun X @QudsNen, membagikan video merekam detik-detik pasca Israel menyerang sebuah bangunan di Rafah. 

Dalam video yang dibagikan, beberapa mayat terlihat tergeletak di bawah reruntuhan bangunan.
Dok. Istimewa

Sementara orang yang selamat di lokasi berusaha menyingkirkan puing-puing bangunan yang menimpa para korban.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
"Israel terus menargetkan daerah padat penduduk di Rafah, yang mengakibatkan kematian.

(pada) puluhan warga sipil Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan," tulis keterangan unggahan. 
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pemandangan memilukan itupun langsung ramai mendapat sorotan di media sosial.

Banyak pihak kini kembali menuntut Israel untuk menghentikan genosida.

Serangan Israel di perbatasan Rafah sejak Senin (6/5) malam, menyebabkan 27 orang tewas termasuk enam wanita dan sembilan anak-anak.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah sayap bersenjata Hamas, Brigade al-Qassam mengaku bertanggung jawab atas serangan roket.

Israel mengklaim jika serangan di penyeberangan Kerem Shalom ke Gaza itu, menewaskan tiga tentaranya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dilansir Reuters dan Al Arabiya, tak lama setelah itu, Israel melancarkan serangan udara balasan yang menghantam sebuah rumah di Rafah.

Total korban jiwa tercatat menjadi 34.654 orang dan korban luka mencapai 77.908 orang.

Jumlah tersebut dihitung sejak konflik Palestina-Israel pecah pada 7 Oktober 2023.

Seolah tak ada lagi tempat yang aman di Gaza, banyak negara kembali menuntut Israel untuk segera membebaskan daerah kantong tersebut.

Dilansir dari laman antaranews, pemerintah China menyerukan agar pasukan Israel berhenti dalam melakukan serangan di Rafah.

"China sangat prihatin atas Israel yang melakukan operasi militer darat di Rafah.

Kami menyerukan kepada Israel untuk mendengarkan seruan besar masyarakat internasional, berhenti serang Rafah,"

kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dikutip dari laman antaranews (8/5/2024).

Rekomendasi