7 Aliran dalam Islam dengan Pandangan Berbeda, Umat Muslim Wajib Tahu
Merdeka.com - Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, dikatakan bahwa kelak Islam akan terpecah menjadi 73 golongan. Setiap golongan akan memahami Islam sesuai versi mereka masing-masing. Bahkan tak jarang dari setiap aliran Islam yang kini ada, memiliki pemikiran dan pendapat yang berbeda-beda.
Salah satu contohnya persoalan hukum musik, bidang fiqih, politik, tasawuf, aqidah, maupun aspek lainnya. Memahami seluruh aliran Islam akan memudahkan kita sebagai muslim untuk mengidentifikasi ideologi dan nilai yang diyakini oleh setiap golongan. Bahkan tidak dengan mudahnya melabelisasi pemikiran kelompok lain.
Di zaman Rasulullah SAW, berbagai perbedaan pandangan pasti dikonsultasikan secara langsung kepada beliau. Tak dapat dipungkiri, semenjak sepeninggal Nabi SAW, perbedaan pandangan mulai bermunculan, hingga akhirnya membentuk aliran, mazhab, atau submazhab. Termasuk dengan momen hadirnya para nabi palsu.
Di Indonesia, sebagian besar Muslim mengikuti pandangan Ahlusunnah wal Jamaah. Dengan aqidah Asy’ariyah, mazhabnya Syafiiyah dalam bidang fiqih, serta bertasawuf dengan mengikuti ajaran Imam Al-Ghazali.
Perpecahan pertama kali dalam Islam adalah saat perseteruan antara Khalifah Ali bin Abi Thalib, dengan Gubernur Syam Muawiyah. Karena tidak mau tunduk kepada kepemimpinan khalifah Ali di Madinah. Orang-orang yang tidak mau mengikuti tahkim (perundingan) akhirnya memecah diri dan disebut sebagai kelompok Khawarij.
Lalu apa saja aliran Islam yang kini ada? Simak mengenai 7 aliran Islam dengan pandangan yang berbeda berikut ini, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Jumat (18/2).
Islam Akan Terpecah jadi 73 Golongan

©2019 Merdeka.com/Pixabay
Mengutip dari buku Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi dengan pentahqiq Syaikh Ali Hasan al-Halabi, dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, dia berkata, bahwa Nabi SAW bersabda:
"Umatku akan mengalami apa yang dialami oleh Bani Israil, seperti sejajarnya sandal dengan pasangannya, hingga apabila ada di antara mereka itu yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, niscaya di antara umatku akan ada yang berbuat demikian. Dan, sungguh Bani Israil sudah berpecah belah menjadi 72 golongan, sedangkan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; semuanya di Neraka, kecuali satu golongan". Para Sahabat bertanya: "Siapakah mereka, wahai Rasulullah?" Maka beliau meniawab: "Yaitu mereka yang berada di ajaranku dan para Sahabatku".
Di dalam kitab Sunan-nya, Abu Dawud meriwayatkan dari hadits Mu'awiyah bin Abu Sufyan, bahwa suatu saat dia berdiri seraya bertutur:
"Ketahuilah, sesungguhnya Rasul SAW pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda:
"Ketahuilah, sungguh umat sebelum kalian dari kalangan Ahlul Kitab telah terpecah belah menjadi 72 golongan. Dan, umat ini (Islam) pun akan terpecah belah menjadi 73 golongan 72 golongan di Neraka, sedangkan satu golongan di Surga, yaitu al-Jama'ah. Dan sungguh, akan keluar dari umatku segolongan manusia yang hawa nafsunya (bid’ah) sudah merasuki diri mereka seperti penyakit anjing gila merasuki pengidapnya'".
Ayyub berkata: "Di antara kebahagiaan pemuda dan orang Ajam (non-Arab) ialah apabila Allah membimbing keduanya untuk belajar dari ulama Ahlus Sunnah".
Sufyan ats-Tsauri berkata: "Saling berwasiatlah untuk berbuat baik kepada Ahlus Sunnah karena mereka adalah orang-orang asing".
Memang belum ada yang tahu pasti siapa kelak di akhirat golongan yang selamat. Namun Jumhur ulama berpendapat bahwa kembali pada Alquran bahwa siapa saja yang mengikuti Nabi SAW adalah golongan yang layak dan terpilih.
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu...' (QS. Al-Ahzab ayat 21).
Aliran dalam Islam

2.bp.blogspot.com
1. Khawarij
Aliran Islam yang pertama adalah Kaum Khawarij. Sebagai sekte Islam pertama yang dapat diidentifikasi. Mereka muncul ketika para pengikut Nabi Muhammad SAW berusaha untuk menentukan sejauh mana seseorang dapat menyimpang dari norma-norma perilaku yang ideal dan tetap disebut Muslim.
Mereka adalah mantan pendukung Khalifah Ali yang memberontak sebagai protes. Mereka menegaskan bahwa "penghakiman hanya milik Tuhan", yang menjadi moto mereka. Ali dibunuh pada tahun 661 oleh seorang Khawarij yang berusaha membalas dendam.
Kaum Khawarij percaya bahwa setiap Muslim, terlepas dari keturunan atau etnisnya, memenuhi syarat untuk peran khalifah, asalkan mereka secara moral tidak tercela. Menurutnya, tugas umat Islam untuk memberontak dan menggulingkan para khalifah yang berdosa.
2. Syiah
Aliran Syi'ah adalah cabang Islam terbesar kedua. Pandangan ini terutama kontras dengan Islam Sunni, yang penganutnya percaya bahwa Nabi Muhammad SAW tidak menunjuk seorang pengganti sebelum kematiannya.
Islam Syiah didasarkan pada sebuah hadits. Syiah percaya Ali seharusnya menjadi penerus Muhammad sebagai pemimpin spiritual dan politik Islam. Keyakinan ini kemudian berkembang menjadi konsep Imamah, gagasan bahwa keturunan tertentu Rasul SAW, disebut Ahl al-Bayt, adalah penguasa atau Imam yang sah.
3. Muktazilah
Muktazilah disebut juga Ahl al-ʿAdl wa al-Tawḥīd, adalah kelompok Islam yang muncul pada awal sejarah dalam perselisihan tentang kepemimpinan Ali. Setelah wafatnya khalifah ketiga, Utsman bin Affan.
Mereka mengambil posisi tengah antara Khawarij dan Syiah. Pada abad ke-10 M, istilah ini juga merujuk pada aliran teologi spekulatif (kalām) Islam Sunni yang berkembang di Basra dan Baghdad (abad ke-8-10).
Aliran ini mengembangkan jenis rasionalisme Islam, sebagian dipengaruhi oleh filsafat Yunani Kuno, yang didasarkan pada tiga prinsip dasar: keesaan dan keadilan Tuhan, kebebasan bertindak manusia dan penciptaan Al-Qur'an. Kelompok yang terkenal karena menolak doktrin Alquran, sebagai tidak diciptakan dan sama-sama abadi dengan Tuhan.

©2021 Merdeka.com/pexels-tima-miroshnichenko
4. Murjiah
Murji'ah berpendapat bahwa hanya Tuhan yang berhak menilai apakah seorang Muslim telah murtad atau tidak. Akibatnya umat Islam harus mempraktekkan penundaan penghakiman pada pelaku dosa besar dan tidak membuat tuduhan kafir.
Mereka juga percaya bahwa perbuatan baik atau kelalaian dari manusia tidak mempengaruhi iman seseorang. Lalu orang yang tidak melakukan tindakan ketaatan lain tidak akan dihukum di akhirat selama mereka berpegang pada iman yang murni.
5. Qadariyah

ilustrasi perang saudara ©istimewa
Qadariyah adalah istilah yang awalnya menghina para teolog Islam awal, yang menyatakan bahwa manusia memiliki kehendak bebas. Istilah ini berasal dari (qadar), "kekuatan".
Sumber-sumber abad pertengahan yang menjadi dasar informasi tentang Qadariya termasuk Risālat al-qadar ilā Abd al-Malik.
6. Jabariyah
Aliran dalam Islam selanjutnya yang berbanding terbalik dengan Qadariyah. Jabriyah adalah aliran filsafat Islam awal yang didasarkan pada keyakinan bahwa manusia dikendalikan oleh takdir, tanpa memiliki pilihan atau kehendak bebas.
Jabariyah berasal dari Dinasti Umayyah di Basra. Istilah ini berasal dari akar kata bahasa Arab j-b-r, dalam arti yang memberi arti seseorang yang dipaksa atau dipaksa oleh takdir.
7. Ahlus Sunnah wal Jamaah
Aliran Ahlussunnah wal Jama'ah adalah kelompok ahli tafsir, ahli hadis, dan ahli fikih. Merekalah yang mengikuti dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi dan sunnah khulafaurrasyidin. Sebagian besar umat muslim di tanah air diajarkan dalam ideologi dari kelompok ini.
Pola pikir Ahlus Sunnah wal Jamaah yang mengambil jalan tengah antara Nash (Al Qur'an dan Hadits) dengan Akal (Ijma' dan Qiyas). Kelompok ini dikenal juga dengan julukan Penganut Islam Sunni.
(mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya