2 Menteri Garis Keras Israel Murka Bantuan Kemanusiaan Masuk Gaza, Senang Rakyat Palestina Kelaparan

Israel akan mengizinkan pasokan makanan terbatas ke Gaza untuk mencegah krisis kelaparan saat Operasi Gideon's Chariot berlangsung.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
2 Menteri Garis Keras Israel Murka Bantuan Kemanusiaan Masuk Gaza, Senang Rakyat Palestina Kelaparan
2 Menteri Garis Keras Israel Murka Bantuan Kemanusiaan Masuk Gaza, Senang Rakyat Palestina Kelaparan (Merdeka.com)

Truk bantuan kemanusiaan PBB akhirnya bisa memasuki Gaza setelah dibolehkan oleh Israel. Meski begitu, jumlahnya amat sedikit yakni sembilan truk saja padahal ada dua juta warga Palestina di Gaza yang kelaparan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengakui membolehkan truk bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza karena mendapat tekanan dari negara-negara sekutunya. Dia pun menyatakan jumlah bantuan yang dibolehkan masuk ke Gaza sangat minimal dan setelah adanya "rekomendasi" dari tentara pada malam sebelumnya.

Sekutu sayap kanan Netanyahu pun berang. Mereka menentang menentang diizinkannya pasokan apa pun masuk ke Gaza. Mereka bersikeras bahwa kekuatan militer dan kelaparan akan mengamankan kemenangan Israel atas Hamas.

Dilansir Aljazeera, Selasa (20/5/2025), Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir yang dikenal rasis menggambarkan keputusan untuk mengizinkan makanan terbatas masuk ke Gaza sebagai "kesalahan besar".

Hal sama juga diutarakan Menteri Warisan Israel, Amichai Eliyahu. Anggota partai Ben-Gvir itu mengecam rencana tersebut sebagai "tragedi". Dia mengatakan hal itu secara langsung merugikan upaya perang untuk mencapai kemenangan Israel di Gaza.

Israel Licik

Menteri Israel Perintahkan Polisi Sita Pengeras Suara Masjid untuk Hentikan Azan
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. (Dok. AFP) © 2024 Liputan6.com

Sementara itu, Dewan Hubungan Amerika-Islam, kelompok hak asasi Muslim dan Arab yang berbasis di AS, mengatakan keputusan Israel untuk mengizinkan beberapa truk bantuan masuk ke Gaza setelah beberapa bulan blokade merupakan upaya untuk membeli niat baik sementara Israel melanjutkan kampanye militernya.

"Keputusan pemerintah Israel untuk mengizinkan sedikit bantuan masuk ke Gaza, yang kabarnya hanya sembilan truk bantuan dalam sehari, tidak akan membantu meringankan ancaman kelaparan yang dihadapi dua juta pria, wanita, dan anak-anak Palestina yang terkepung di Gaza," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan dilansir Aljazeera.

"Ini adalah aksi humas psikotik yang sama sekali tidak memadai dari pemerintah genosida Netanyahu, yang bertekad untuk menduduki dan menghancurkan Gaza, lalu mengusir warga Palestina yang selamat," tambahnya.

Cuma 9 Truk

Israel Umumkan akan Kuasai Seluruh Wilayah Gaza
Secara keseluruhan, setidaknya 53.339 warga Palestina tewas dan 121.034 lainnya terluka sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023. (Bashar TALEB/AFP) © 2025 Liputan6.com

Kepala bantuan PBB, Tom Fletcher mengakui setelah 11 minggu blokade total, otoritas Israel mengizinkan sembilan truk bantuan untuk memasuki Gaza, di mana pembatasan ketat terhadap makanan dan bantuan telah memicu tuduhan bahwa Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.

Fletcher menyebut masuknya truk-truk melalui perlintasan Karem Abu Salem (Kerem Shalom dalam bahasa Ibrani) sebagai "perkembangan yang baik". Namun demikian, dia mengibaratkan jumlah itu ibarat setetes air di lautan karena teramat sedikit.

Dia pun menegaskan bantuan harus diizinkan masuk ke Jalur Gaza dalam skala besar untuk memberikan bantuan bagi warga Palestina.

"Ini hanyalah setetes air di lautan dari apa yang sangat dibutuhkan, dan lebih banyak bantuan harus diizinkan masuk ke Gaza mulai besok pagi," kata Fletcher dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara sekretaris jenderal PBB, Stephane Dujarric, juga menegaskan bahwa bahwa jumlah bantuan yang dibolehkan Israel memasuki Gaza tidak cukup.

"Bantuan ini akan didistribusikan melalui mekanisme kami sendiri, melalui jaringan kami sendiri, yang dapat kami terima," kata Dujarric kepada Al Jazeera.

"Kami tidak punya … kemewahan untuk mengatakan, 'baiklah, jika hanya sembilan truk, kami tidak akan melakukannya'. (Namun) Itu jelas tidak cukup … kami telah menjelaskan kepada rekan-rekan kami di Israel, dan kami terus berkomunikasi dengan mereka bahwa ini tidak cukup, bahwa ini membahayakan orang," kata Dujarric.

Dua Juta Warga Palestina di Gaza Kelaparan

Israel Umumkan akan Kuasai Seluruh Wilayah Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (19/5/2025), menyatakan bahwa Israel akan segera mengambil alih kendali atas seluruh wilayah Gaza. (Bashar TALEB/AFP) © 2025 Liputan6.com

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa blokade Israel terhadap bantuan telah membuat warga Gaza kelaparan. Ia mengatakan WHO dan badan PBB lainnya siap untuk mengirimkan bantuan ke Gaza jika diizinkan masuk.

"Dua bulan setelah blokade terakhir, dua juta orang kelaparan," kata kepala WHO, saat berbicara pada pembukaan Majelis Kesehatan Dunia tahunan, seraya menambahkan bahwa 160.000 ton makanan "diblokir di perbatasan hanya beberapa menit jauhnya".

"Banyak orang meninggal karena penyakit yang dapat dicegah sementara obat-obatan menunggu di perbatasan, sementara serangan terhadap rumah sakit membuat orang tidak mendapatkan perawatan dan menghalangi mereka untuk mencarinya," tambahnya.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh mengatakan otoritas Palestina belum diberitahu kapan perbatasan akan dibuka, Al Jazeera Arabic melaporkan.

Tidak Ada Kemajuan Dalam Pembicaraan Israel dan Hamas

Netanyahu Cari Negara yang Mau Tampung Warga Palestina yang Bakal Mereka Usir dari Gaza
Benjamin Netanyahu The Cradle

Saat mengintensifkan serangan militernya, sumber di kedua belah pihak mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tidak ada kemajuan dalam putaran baru perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas di Doha, Qatar.

Netanyahu mengatakan pembicaraan tersebut mencakup pembahasan tentang gencatan senjata dan kesepakatan mengenai tawanan serta usulan untuk mengakhiri perang dengan imbalan pengasingan Hamas dan demiliterisasi Gaza, persyaratan yang sebelumnya ditolak Hamas.

Militer Israel mengisyaratkan dalam pernyataan selanjutnya bahwa mereka masih dapat mengurangi operasi untuk membantu mencapai kesepakatan di Doha. Namun, Netanyahu menekankan dalam pidato videonya bahwa tujuan dari peningkatan serangan tersebut adalah agar pasukan Israel dapat mengambil alih kendali atas seluruh wilayah Gaza.

"Pertempuran berlangsung sengit, dan kami terus membuat kemajuan. Kami akan menguasai seluruh wilayah Jalur Gaza," katanya.

"Kami tidak akan menyerah. Namun, untuk mencapai keberhasilan, kami harus bertindak dengan cara yang tidak dapat dihentikan," katanya.

Selama seminggu terakhir, militer Israel mengatakan telah melancarkan gelombang serangan pendahuluan terhadap lebih dari 670 target yang diklaimnya merupakan target Hamas di Gaza. Zionis mengklaim bahwa serangan itu menewaskan puluhan pejuang Hamas.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan dalam sepekan hingga hari Minggu kemarin, sedikitnya 464 warga Palestina tewas akibat bombardir Israel. Banyak dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Ada juga laporan serangan Israel di dalam dan sekitar Kompleks Medis Nasser di Khan Younis dan penargetan unit perawatan intensif di Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, di mana sedikitnya 55 orang terjebak, termasuk empat dokter dan delapan perawat.

Rekomendasi