Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

12 Obat Penyakit Gula Tipe 1 dan Tipe 2 yang Perlu Diketahui

12 Obat Penyakit Gula Tipe 1 dan Tipe 2 yang Perlu Diketahui minuman pengontrol gula darah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Obat penyakit gula atau diabetes berfungsi mengontrol kadar gula darah penderitanya guna mencegah adanya komplikasi berbahaya yang dapat terjadi pada penderita diabetes. Penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang diakibatkan karena meningkatnya kadar glukosa atau gula darah dalam tubuh.

Gula darah sebenarnya merupakan zat yang sangat vital bagi kesehatan tubuh, karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan. Namun, jika kadar gula darah menumpuk, justru akan membuat sel-sel di dalam tubuh tidak bisa menyerapnya sehingga dapat menimbulkan gangguan pada beberapa organ tubuh.

Kadar gula darah yang tidak dikontrol dengan baik, dapat mengakibatkan berbagaii komplikasi yang membahayakan nyawa penderitanya. Kadar gula dalam darah, dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung.

Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Dalam metode pengobatan diabetes, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pengaturan diet dan olahraga. Namun, jika dengan kedua langkah tersebut tujuan pengobatan belum tercapai, dapat dikombinasikan dengan langkah farmakologis atau pemberian obat diabetes.

Berikut Merdeka.com merangkum jenis obat gula atau diabetes yang bisa membantu mengontrol kadar gula darah. Melansir dari berbagai sumber:

Jenis Diabetes

Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Pada diabetes tipe 1, sistem daya tahan tubuh menyerang dan menghancurkan sel beta di pankreas yang memproduksi insulin. Pemicu diabetes tipe 1 ini sendiri masih belum diketahui dengan pasti. Dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.

Sedangkan diabetes tipe 2, sel beta di pankreas tidak memproduksi insulin dalam jumlah cukup, ata sel tubuh tidak menunjukkan respons terhadap insulin yang diproduksi. Selain dua jenis diabetes itu, ada jenis lain yang bisa diderita oleh ibu hamil yakni diabetes gestasional. Selain itu, ada pula diabetes tipe lain yang dapat timbul akibat kelainan hormon, imunologi, infeksi, atau genetik lainnya.

Melansir dari laman klikdokter, mengatakan jika Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2013, sekitar 6,9% penduduk Indonesia dianggap mengalami diabetes.

Untuk itu, penting bagi setiap orang mengetahui bagaimana cara menangani kadar gula dalam darah untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung koroner, stroke, obesitas, serta gangguan pada mata, ginjal, dan saraf.

Obat Penyakit Gula/Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 merupakan kondisi dimana sel pada kelenjar pankreas rusak dan tidak dapat memproduksi insulin. Seperti yang kita ketahui, jika insulin berperan untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Maka dari itu, terapi insulin merupakan satu keharusan bagi penderita diabetes tipe 1 untuk mengontrol kadar gula darah. Berikut beberapa jenis obat yang mungkin diperlukan untuk mengobati penderita diabetes tipe 1:

1. Insulin

Melansir dari laman Mayo Clinic, menyebut jika penderita diabetes tipe 1 pasti membutuhkan perawatan menggunkan insulin. Setiap orang juga membutuhkan suntikan insulin dengan jenis dan kadar yang berbeda-beda. Untuk itu, perlu untuk mendiskusikan dengan dokter. Adapun jenis insulin bisa dibedakan menjadi:

  • Short-acting (regular) insulin, pada jenis ini insulin akan menjadi aktif dalam aliran darah sekitar 30-6- menit setelah disuntikkan. Conth insulin dalam jenis ini ialah, insulin glulisine (Apidra), insulin lispro (Humalog) dan insulin aspart (Novolog).
  • Rapid-acting insulin, jenis ini bisa dibilang lebih cepat menyebar di aliran darah, namun memiliki efek tidak terlalu lama. Adapun yang termasuk dalam insulin jenis ini yakni, Humulin R dan Novolin R.
  • Intermediate-acting (NPH) insulin, Contoh insulin ini, yakni insulin NPH (Novolin N, Humulin N).
  • Long-acting insulin, Insulin kerja panjang memerlukan waktu hingga 4 jam untuk sampai ke dalam aliran darah, namun bisa bertahan selama 14-24 jam. Contoh insulin ini, yakni insulin glargine (Lantus, Toujeo Solostar), insulin detemir (Levemir) dan insulin degludec (Tresiba).
  • 2. Obat Tekanan Darah Tinggi

    Selain insulin, beberapa dokter juga ada yang akan meresepkan obat tambahan berupa obat tekanan darah tinggi, untuk penderita diabetes tipe 1. Obat-obatan ini direkomendasikan untuk penderita diabetes yang memiliki tekanan darah di atas 140/90 milimeter air raksa (mm Hg).

    Obat ini mungkin saja bertujuan untuk menghambat enzim pengonversi angiotensin (ACE) atau penghambat reseptor angiotensin II (ARB) untuk membantu menjaga kesehatan ginjal.

    3. Obat Penurun Kolesterol

    Selain obat untuk tekanan darah tnggi, dokter mungkin saja juga akan memberikan obat penurun kolesterol pada penderita diabetes tipe 1. Pedoman penjagaan kolesterol cenderung lebih agresif untuk penderita diabetes karena meningkatnya risiko penyakit jantung pada mereka.

    The American Diabetes Association merekomendasikan, bahwa kolesterol low-density lipoprotein (LDL) pada penderita diabetes tipe 1 harus berada di bawah 100 mg/dL (2,6 mmol/L). Sementara, kolesterol lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik disarankan lebih dari 50 mg/dL (1,3 mmol/L).

    4. Aspirin

    Guna melindungi jantung, dokter juga bisa saja memberikan asprin untuk penderita diabetes tipe 1.

    Obat Diabetes Tipe 2

    Untuk penderita diabetes tipe 2, biasanya akan mudah melakukan kontrol gula darah hanya dengan melaksanakan diet dan olahraga saja. Namun, di beberapa kasus, beberapa orang juga membutuhkan obat diabetes lain. Keputusan tentang obat mana yang terbaik tergantung pada banyak faktor, termasuk kadar gula darah dan masalah kesehatan lainnya yang dimiliki penderita diabetes tipe 2.

    Namun, ada beberapa jenis obat yang bisa diresepkan oleh dokter untuk penderita diabetes tipe 2, diantaranya:

    Sulfonilurea

    Obat jenis ini akan membantu tubuh untuk mengeluarkan lebih banyak insulin. Contoh obat yang termasuk golongan Sulfonolurea, yakni glyburide (DiaBeta, Glynase), glipizide (Glucotrol), dan glimepiride (Amaryl). Kemungkinan efek samping dari konsumsi obat ini, yaitu gula darah rendah dan penambahan berat badan.

    Metformin

    Obat jenis ini, akan bekerja untuk menurunkan produksi glukosa di hari dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin yang membuat tubuh akan menggunakan insulin lebih efektif.

    Obat-obatan ini, seperti repaglinide (Prandin) dan nateglinide (Starlix) bekerja seperti Sulfonilurea dengan menstimulasi pankreas untuk mengeluarkan lebih banyak insulin, tetapi obat-obatan tersebut bekerja lebih cepat, dan durasi efeknya dalam tubuh lebih pendek. Meglitinida juga memiliki risiko menyebabkan gula darah rendah serta penambahan berat badan.

    Tiazolidinediones

    Obat jenis ini juga akan membuat tubuh akan lebih sensitif terhadap insulin. Namun obat jenis ini biasanya bukanlah pilihan pertama yang akan diberikan kepada pasien. Sebab, ada beberapa efek samping yang cukup serius. Mulai dari penignkatan risiko gagal jantung hingga anemia.

    Inhibitor DPP-4

    Dipeptidyl peptidase-4 inhibitors (DPP-4 inhibitors) dapat membantu mengurangi kadar gula darah. Contoh obat diabetes tipe 2 ini, yakni sitagliptin (Januvia), saxagliptin (Onglyza) dan linagliptin (Tradjenta).

    Agonis Reseptor GLP-1

    Obat jenis ini berguna untuk memperlambat pencernaan dan membantu menurunkan kadar gula darah. Contoh obat diabetes tipe 2 ini, yakni Exenatide (Byetta, Bydureon), liraglutide (Victoza) dan semaglutide (Ozempic).

    Inhibitor SGLT2

    Obat-obatan jenis ini, akan mencegah ginjal menyerap kembali gula ke dalam darah. Sebaliknya, gula justru akan diekskresikan ke dalam urin. Contoh obat diabetes tipe 2 ini, di antaranya yakni canagliflozin (Invokana), dapagliflozin (Farxiga) dan empagliflozin (Jardiance).

    Insulin

    Tak hanya penderita diabetes tipe 1, beberapa orang yang menderita diabetes tipe 2 juga membutuhkan terapi insulin. Pastikan untuk selalu mengonsultasikan dengan dokter jika akan mengonsumsi obat diabetes.

     

     

     

    (mdk/khu)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP