Sasando, Alat Musik Kuno Berirama Merdu untuk Sang Tuan Putri

Rabu, 30 Juni 2021 15:30 Reporter : Ibrahim Hasan
Sasando, Alat Musik Kuno Berirama Merdu untuk Sang Tuan Putri Alat Musik Sasando©2021 Merdeka.com/Arief Siswandhono

Merdeka.com - Demi mendapatkan wanita pujaan ia berpikir keras. Pria yang terdampar di Pulau Ndana, pulau terpencil di Barat Pulau Rote. Ia bernama Sangguana yang kemudian ditemukan oleh penduduk sekitar dan diserahkan kepada Raja Takalaa. Tanpa sengaja, Sangguana melihat Tuan Putri Raja Takala dan jatuh cinta kepadanya. Ia berpikir keras demi memenuhi syarat menjadi menantu sang Raja.

Terciptalah alat musik yang kini bernama Sasando khas Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Dalam mimpi Sangguana melihat alat musik dan menamainya dengan Sasandu. Dipersembahkannya di hadapan raja dan pujaan hatinya. Petikan dawai yang merdu membuat Sang Tuan Putri jatuh hati. Oleh Tuan Putri disebutnya dengan nama Hitu, atau alat musik dengan 7 dawai.

Sebuah penggalan cerita sejarah asal mulanya alat musik Sasando. Dipercaya telah ada pada abad ke 7 dan mengalami perkembangan. Bentuknya unik dengan iramanya yang merdu, membuat Tuan Putri atau bahkan siapa saja yang mendengarnya menjadi syahdu.

005 ibrahim hasan

Alat Musik Sasando©2021 Merdeka.com/Arief Siswandhono

Petikan lembut jari jemari pada dawai mampu menghasilkan bunyi nan merdu. Alunan iramanya begitu menenangkan mirip suara alunan gitar. Namun lebih lembut dan merdu dengan suara yang bervariasi. Atau mirip dengan kolaborasi suara gitar, harpa, biola hingga piano.

Senandung nada-nada merdu menggetarkan hati Sang Tuan Putri. Hingga akhirnya Sangguana diberikan izin oleh Raja Takala untuk mempersunting Sang Tuan Putri. Dalam bahasa Rote, Sasandu memiliki arti bergetar atau berbunyi.

Bunyi yang dihasilkan berasal dari dawai yang terpasang pada bambu. Masing-masing dawai begetar dan mengeluarkan bunyi nan merdu. Dalam perkembangannya, Hitu memiliki 11 dawai dan hanya dimainkan secara terbatas.

005 ibrahim hasan

Alat Musik Sasando©2021 Merdeka.com/Arief Siswandhono

Kini Sasandu terkenal dengan sebutan Sasando. Alat musik tradisional ini menjadi ikon Pulau Rote. Ialah Jerremias A. Pah, seorang pengembang dan penjaga alat musik Sasando. Ia melestarikan keberadaan Sasando dengan membuat dan mengenalkan kepada masyarakat.

Alat musik kebanggaan Pulau Rote ini berasal dari daun lontar. Dilengkapi dengan bambu, kayu, paku penyangga, dan senar atau dawai. Lontar ibarat tanaman dengan roh yang tertanam pada masyarakat Pulau Rote. Daunnya banyak dimanfaatkan sebagai atap rumah, wadah air, media tulis, topi, hingga pembuatan Sasando.

005 ibrahim hasan

Alat Musik Sasando©2021 Merdeka.com/Arief Siswandhono

Mulanya daun lontar yang sudah kering diregangkan. Kedua ujungnya dilipat hingga membentuk sebuah bola setengah lingkaran. Bagian tengahnya dipasang satu ruas bambu. Pada bambu dipasang dawai yang melintang secara vertikal.

Tepian daun lontar dijahit dengan helaian serat bambu. Disatukan dengn ruas bambu. Pada sisi atas dipercantik dengan lekukan daun lontar yang bentuknya mirip mahkota.

Kedua sisi ruas bambu tertancap paku penyangga dawai. Jumlahnya kini diserempakkan menjadi 11 helai. Poisisi dan kencangnya pemasangan dawai akan mempengaruhi nada yang dihasilkan.

005 ibrahim hasan

Alat Musik Sasando©2021 Merdeka.com/Arief Siswandhono

Sasando pernah menjadi ikon pada mata uang rupiah. Tepatnya pada uang nilai Rp 5 ribu yang terbit pada tahun 1992. Sasando kini memiliki berbagai model seperti Sasando Engkel, Sasando Dobel, hingga Sasando Biola. Perbedaanya terletak pada jumlah dawai dengan nada yang beragam.

Kini sasando tergerus oleh alat musik modern. Jerremias A. Pah beserta masyarakat timor dengan semangat mempertahankan dan mengenalkan Sasando kepada dunia. Lantunan merdu Sasando kini sering terdengar mengiringi upacara adat, tarian, hingga pentas musik yang ada di Pulau Rote. Di luar itu, Sasando juga menjadi hiburan pada acara berskala Nasional. [Ibr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini