Menyusuri Karst Rammang-Rammang Maros yang Menakjubkan

Kamis, 29 April 2021 13:30 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Menyusuri Karst Rammang-Rammang Maros yang Menakjubkan Karst Rammang-Rammang. ©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Merdeka.com - Sejauh mata memandang gugusan batu besar menjulang tinggi. Tumbuhan hidup subur di permukaan batunya. Batuan kapur ini tidak biasa. Bila dilihat secara dekat persis seperti bekas karang lautan. Namun anehnya, lokasi ini justru berada di atas darat. Rammang Rammang, Maros, Makassar adalah tempatnya.

Gugusan karst yang berada di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan ini menjadi kawasan karst terbesar dan terindah kedua di dunia setelah China. Batuan kapur yang dikelilingi sungai dan persawahan membuat kamu tak percaya jika Rammang Rammang Maros ada di negeri sendiri.

Bahkan banyak orang mengira tempat ini berada di Krabi, Thailand. Hanya saja, bedanya Rammang Rammang Maros dikelilingi sungai dan sawah, bukan pantai. Berkat keunikannya, UNESCO memasukkan kawasan karst Maros sebagai kawasan cagar alam.

karst rammang rammang
©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Luas daerah yang mencapai 43 hektar ini memiliki beberapa tempat wisata lainnya seperti , Gua Telapak Tangan, Telaga Bidadari, Gua Bulu Karaka, dan Kampung Berua. Namun, Kampung Berua adalah area yang paling sering didatangi para traveler.

Nah, untuk menyusuri seluk-beluknya, kamu bisa menyewa sampan kecil. Biasanya perahu ini berkapasitas empat penumpang dengan harga Rp 200.000 per kapal. Perjalanan biasa dimulai dari Dermaga 2 Rammang-Rammang menyusuri Sungai Pute. Sampan kecil warna-warni ini siap membawa kamu menjelajah Rammang-Rammang.

karst rammang rammang
©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Perlahan sampan menjauh dari dermaga. Tanaman bakau tumbuh lebat di sepanjang Sungai Pute. Diiringi suara deru mesin, kamu bisa bebas menatap batuan karst yang menjulang tinggi. Dipadu engan hembusan angin segar yang menyejukkan. Rammang-Rammang Maros bak surga kecil di Tanah Makassar.

Kawasan Karst Maros memiliki gua-gua unik, seperti Goa Berlian pada goa ini akan menyala dan berkilau seperti berlian jika terkena cahaya. Goa Bulu Barakka dan Goa Telapak Tangan yang merupakan gua prasejarah. Setidaknya 89 di antaranya gua prasejarah ini memiliki lukisan batu.

Seolah menyatu dengan alam, kamu bisa mengamati pola-pola yang terbentuk di dinding gua. Melihat lebih dekat stalagmit dan stalaktit indah yang menggantung di dinding gua.

karst rammang rammang
©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Tempat favorit wisatawan di Pegunungan Karst adalah Kampung Berua. Kampung ini dikelilingi bukit karst. Seolah bukit karst menjaga keberadaan kampung indah ini. Setidaknya ada 3-4 rumah panggung yang berdiri di area ini. Nampak memukau di tengah genangan sungai.

Pemandangan semakin eksotis saat kabut menyelimuti bebatuan. Berbaur dengan warna hijau pematang sawah dan genangan sungai. Pemandangan ini membuat kamu takjub. Mengagumi keindahan lukisan tangan Tuhan.

karst rammang rammang
©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo

Tak cukup sampai di situ, kamu juga bisa melihat indahnya pemandangan Kampung Berua dari atas ketinggian di Padang Ammarung. Di sini terdapat beberapa pondok kayu dan para pemilik pondok menjajakan makan dan minuman.

Pondok ini juga disewakan untuk menginap. Kamu pun merasakan sensasi bermalam dengan suasana alami di atas puncak pegunungan karst. Tentu saja momen berlibur di Tanah Makassar ini menjadi momen tak terlupakan. [Tys]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini