Mengintip Pembuatan Langseng Cileunyi yang Tetap Eksis Melawan Modernitas
Merdeka.com - Sejauh mata memandang kilauan plat kaleng memantulkan sinar matahari. Kampung Langseng, itulah julukan desa yang mayoritas warganya berprofesi sebagai pembuat langseng. Langseng atau yang lebih dikenal sebagai dengan dandang, alat yang berfungsi untuk menanak nasi. Sentra langseng ini berada di Jalan Paledang, Kampung Seke Jengkol, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Jauh sebelum adanya penanak nasi elektrik, bisnis pembuatan langseng pernah berjaya. Setidaknya era 80 hingga 90an langseng menguasai pasar peralatan dapur dalam bentuk kukusan. Namun para pekerja pembuat langseng di Cileunyi ini tak patah semangat. Hingga kini mereka berani bersaing dengan berbagai jenis kukusan elektrik. Keberadaan Kampung Langseng menjadi wujud masih eksisnya dandang atau langseng di tengah modernitas.
Salah satu pembuatnya ialah Asep bersama bisnisnya bernama MJ Group. Yang telah menggeluti pembuatan langseng di Cileunyi sejak tahun 1990.

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar
“Trang.., trang.., trang..” gema suara yang mendominasi Kampung Cileunyi. Plat aluminium tipis dipotong sesuai pola yang telah disediakan. Ukurannya beragam, dari kecil, sedang hingga besar. Plat yang sudah terpotong harus dibuat lingkaran. Mereka biasa menggunakan alat roll panci yang dioperasikan secara manual.
Perlahan diputar, hingga berbentuk lingkaran sempurna mendekati wujud langseng. Selain bagian tubuh langseng, disiapkan juga plat lingkaran untuk bagian alasnya. Tak ketinggalan tutup langseng yang harus dibentuk melengkung dengan roll plat khusus. Pengerjaan langseng ini sepenuhnya dilakukan secara manual.
Dandang silinder tersusun rapi mengantre giliran untuk mendapatkan polesan para pembuat langseng. Dahulu langseng diproduksi dari bahan tembaga. Namun seiring mahalnya tembaga, mereka menggantinya dengan material aluminium galvanis berwarna silver mengkilap. Jika tembaga didapatkan dengan Rp 150 ribu, aluminium galvanis hanya Rp 60 ribu saja per kilonya.

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar
Mulanya hanya ada satu orang yang membuat langseng di Cileunyi. Saat itu bisnisnya meroket dan menginspirasi warga di Jalan Seke Jengkol terjun membuat langseng. Saingan mereka yang sesama produsen hanya berasal dari Rajapolah, Tasikmalaya. Namun kini mereka harus bersaing dengan kukusan elektrik yang lebih digemari.
Kala itu setidaknya ada 50an orang yang berprofesi sebagai pembuat langseng. Namun seiring menurunnya pesanan membuat pengrajin langseng beralih pekerjaan. Hingga kini, hanya tersisa 10 orang di Cileunyi yang masih giat mempertahankan eksistensi langseng.

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar
Bagian yang sudah terpotong rapi kemudian harus dipatri. Setelah setiap bagian menyatu, kemudian bekas patrian akan diamplas sehalus mungkin. Tiap langseng juga diperiksa agar tidak terjadi kebocoran.
Sebagian besar pengguna langseng adalah mereka yang masih menggunakan tungku kayu bakar. Namun ada juga pengguna kompor gas yang masih menggunakan langseng. Langseng lebih sering digunakan untuk memasak berekenaan seremonial tertentu. Ukuran langseng yang tinggi dan lebar memungkinkan menanak nasi banyak dalam satu kali proses masak. Langseng dijual dengan harga mulai dari Rp 85 ribu hingga Rp 1,5 juta per set tergantung ukuran.

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar
Para pembuat dandang langseng tak kehabisan akal. Teknik berjualan mereka juga mengalami perubahan besar. Yang dulunya laris di pasar-pasar daerah sekitar kini langseng harus diangkut menuju pelosok luar pulau.
Teknik menjemput bola, selepas produksi beberapa orang akan mengangkut puluhan langseng. Muatan langseng biasanya terdiri dari 2 truk besar. Tujuannya ialah daerah terpencil yang masih jauh dari modernitas. Seperti Sumatera, Flores, dan desa-desa pelosok lainnya. Di sana mereka akan mengontrak rumah dan menjual langseng ke sudut jalanan desa.
Mereka menilai cara ini efektif, mengingat seiring waktu langseng yang telah tergeser dengan produk modern. Selain itu, cara inilah yang bisa dilakukan untuk bertahan di tengah kesulitan akibat pandemi. (mdk/Ibr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya