Menengok Rumah Unik Berbentuk Sepatu di Medan, Punya 3 Lantai
Merdeka.com - Memiliki rumah dengan desain apik tentu saja menjadi keinginan banyak orang. Tak sedikit pula yang rela memilih untuk menyewa arsitek handal untuk menggarap desain rumah impiannya. Desain yang berapa tahun belakangan ini tengah diganderungi yaitu desain interior minimalis modern. Namun, berbeda dari yang lainnya rumah di Medan ini punya bentuk yang unik, yaitu sepatu.
Dengan tinggi sekitar 9 meter, rumah ini langsung terlihat dari kejauhan. Bentuknya yang unik dengan model sepatu lars bot ini otomatis mencuri perhatian masyarakat yang lewat. Didominasi warna putih dengan atap berwarna biru terang. Rumah sepatu ini terlihat sejuk dengan tanaman tumbuhan kopi dan buah naga di pekarangan rumah.
Rupanya, pemilik rumah sepatu Medan ini seorang mantan atlet sepeda bernama Jusuf Sokartara. Sudah menjadi impiannya sejak lama membangun rumah sepatu seperti ini.
©2021 Merdeka.com/Suhairy Triyadhi
Dengan tinggi 9 meter dan lebar 5 meter, rumah yang terletak di Jalan SMA Negeri 2, Karang Sari, Polonia, Medan ini punya 3 lantai. Dimana setiap lantainya memiliki jendela yang sudah dilengkapi teralis sebagai pengaman.
Layaknya sepatu lars, ruma ini memiliki rangkaian besi yang melengkung diibaratkan sebagai tali sepatu. Jusuf mengaku ia cukup kesulitan mencari besi yang melengkung sebagai tali sepatu itu.
©2021 Merdeka.com/Suhairy Triyadhi
Di dinding bercat putih itu tertulis angka 13 besar yang menghiasi dinding. Rupanya angka ini bukanlah angka biasa, namun punya makna yang mendalam bagi Jusuf.
Beberapa orang menganggap angka 13 adalah angka sial, tapi angka 13 merupakan angka favorit mantan atlet sepeda ini. Angka 13 merupakan tanggal pernikahan Jusuf dan sang istri Novrita Agamas Sokartara. Bahkan, rumah ini mulai dibandung tepat pada tanggal 13.
©2021 Merdeka.com/Suhairy Triyadhi
Lantai tiga, lantai tertingi di rumah sepatu. Di sampingnya terdapat balkon mini yang bisa melihat pemandangan dari ketinggian. Dari atas sini, bisa meikmati detik-detik matahari mulai terbenam. Atap di rumah sepatu ini menyesuaikan dengan bentuk. Berwarna biru yang menyala. Perpaduan warna putih dan biru membuat rumah ini terlihat semakin manis.
Ide rumah sepatu ini Jusuf muncul saat ia membaca majalah film India pada 1953. Setelah sekian lama, rumah desain impian Jusuf baru bisa dibangun pada 2015. Setidaknya butuh waktu 6 bulan untuk membangun rumah sepatu ini.
©2021 Merdeka.com/Suhairy Triyadhi
Pembangunannya pun tak selalu berjalan mulus, sang pemilik yang bekerja sebagai tour guide terkadang juga kehabisan dana. Ia pun harus kembali ke Belanda untuk mengumpulkan uang. Setidaknya, pembangunan rumah ini kira-kira menghabiskan dana sekitar Rp 600 juta.
Berkat keunikannya, rumah ini viral di media sosial. Beberapa orang yang melewati sengaja berhenti untuk melihat rumah sepatu di Medan ini. (mdk/Tys)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya