Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menangguk Ikan Pantau di Danau Ajaib Tarusan Kamang

Menangguk Ikan Pantau di Danau Ajaib Tarusan Kamang Manangguak Ikan Pantau. ©2021 Merdeka.com/Maizal Chaniago

Merdeka.com - Di tengah terik matahari, beberapa masyarakat yang didominasi oleh ibu-ibu ini menyusuri tanah kering. Menggunakan caping anyaman bambu di kepala untuk menghalau teriknya mentari. Tangan kanannya membawa jaring berukuran sedang. Tangan kirinya menenteng periuk atau panci.

Mereka berjalan beriringan menyusuri tanah, mencari ikan pantau yang bersembunyi di Danau 'ajaib' Tarusan Kamang. Kegiatan ini tak bisa dilakukan setiap hari. Hanya di momen-momen tertentu saja. Mereka menyebutnya tradisi 'Manangguak' ikan.

Dalam bahasa Minang Manangguak berarti menangguk. Manaunggak ikan menjadi budaya tradisi kearifan lokal yang tetap terjaga di masyarakat Agam, Bukittinggi, Sumatra Barat.

manangguak ikan pantau©2021 Merdeka.com/Maizal Chaniago

Dilihat sekilas lahan luas itu bak sawah tandus. Namun rupanya tanah dengan lubang kecil-kecil yang mengering ini adalah Danau Tarusan Kamang. Danau yang terletak di Jorong Babukik dan Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini punya fenomena yang unik.

Suatu waktu terlihat begitu luas, tetapi dalam waktu yang tidak bisa diperkirakan, danau ini bisa berubah menjadi hamparan padang rumput hijau. Berkat fenomena unik ini lah, Danau Tarusan Kamang mendapat julukan danau ajaib.

manangguak ikan pantau©2021 Merdeka.com/Maizal Chaniago

Tatkala danau menuju fase mengering lah para ibu-ibu sekitar Tarusan Kamang berlomba-lomba menangkap ikan dengan panjang sekitar 7 cm yang berbentuk pipih memanjang. Sang ikan pantau, ikan kecil khas Danau Tarusan Kamang.

Setidaknya sekitar 1 minggu ibu-ibu ini menyusuri danau luas yang mengering ini. Menangguk ikan dengan alat-alat sederhananya. Jeli menatap ikan yang berenang di sisa genangan air danau. Mengumpulkan satu per satu, meletakkannya dalam periuk.

manangguak ikan pantau©2021 Merdeka.com/Maizal Chaniago

Tradisi ini menjadi kebiasaan yang dinanti oleh para masyarakat sekitar Tarusan Kamang. Pasalnya, tak ada waktu pasti kapan danau surut dan berapa lama danau kering. Kadang danau ini bisa kering dan menjadi padang rumput sampai lima bulan bahkan pernah mencapai dua tahun.

Fenomena itu terjadi lantaran Danau Tarusan Kamang ialah danau karst. Ketika air tanah naik,lorong-lorong di bawah bukit batu gamping akan menyemburkan air dan menutupi padang rumput.Sebaliknya, ketika air sungai bawah tanah turun, air tersedot hingga hanya tampak padang rumput.

manangguak ikan pantau©2021 Merdeka.com/Maizal Chaniago

Rupanya tradisi Manangguak ikan tak hanya terjadi di sekitar Danau Tarusan Kamang saja. Namun juga di beberapa daerah di Sumatera Barat. Tradisi ini sering dilakukan masyarakat setempat ketika musim kemarau. Mereka biasa menangguk ikan di sungai yang ada di wilayah itu.

Jika di Danau Tarusan Kamang didominasi oleh ibu-ibu, di beberapa daerah lainnya semua orang misa tumpah ruah turun ke sungai. Dari anak-anak hingga orang dewasa. Mereka turut berburu ikan kecil-kecil yang berenang di sungai. Entah dapat atau tidak, namun yang penting kebersamaan terjalin erat dalam tradisi ini. (mdk/Tys)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP