Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengelolaan Sampah dengan Belatung Maggot di Kampung Jelekong

Pengelolaan Sampah dengan Belatung Maggot di Kampung Jelekong Sistem Biokonversi Sampah. ©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Merdeka.com - Sampah menjadi permasalahan yang tak kunjung reda. Penanganan sampah yang baik menjadi dambaan setiap tempat pembuangan sampah. Salah satunya Bandung, yang jadi penyumbang sampah terbesar kedua di Jawa Barat. Berbagai macam cara dilakukan untuk mengelola sampah. Terlebih kepada pengelolaan yang mudah dan ramah lingkungan.

Desa Jelekong, Baleendah, Bandung memiliki pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Tergabung dalam Pusat Edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah (PUSPA), pengelolaan sampahorganik dan anorganik ini menerapkan sistem 3R (Reuse, Reduse, Recycle). Uniknya, mereka menggunakan larva maggot sebagai proses biokonversi.

Maggot merupakan jenis belatung yang bisa mengurai sampah organik. Sampah organik akan dirombak oleh organisme hidup larva maggot. Hasilnya, penguraian sampah untuk pemanfaatan yang lebih luas.

sistem biokonversi sampah

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

PUSPA bekerjasama dengan UPT Pasar Baleendah dalam mengelola sampah. Sampah yang terkumpul dari berbagai lokasi akan disortir, dan dipisahkan. Jenis organik lunak akan dilakukan sistem biokonversi. Sedangkan sampah organik kasar, seperti daun dan ranting akan melalui sistem komposting. Berbeda lagi dengan sampah anorganik dimasukkan ke bank sampah PUSPA.

Sampah organik lunak akan dikumpulkan dalam satu ruangan. Induk Black Soldier Fly (BSF) akan ditabur ke dalam ruangan. Nantinya BSF jantan akan mati setelah perkawinan. Sedangkan induk BSF mampu menghasilkan 300 hingga 1.200 telur, Telur-telur tersebut nantinya akan menghasilkan jutaan larva maggot. Maggot atau larva dewasa yang berasal dari telur Black Soldier Fly (BSF) nantinya akan menguraikan sampah.

sistem biokonversi sampah

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Tak ada patokan waktu dalam mengurai sampah organik lunak. Proses penguraian sepenuhnya dilakukan oleh belatung berwarna cokelat kehitaman ini. Setidaknya, dalam satu kilogram sampah organik bisa diuraikan 10.000 maggot.

Sehingga dalam 24 jam, dari 1 kilogram sampah akan tersisa 200 gram sampah sisa. Sampah bekas maggot atau kasgot dapat langsung dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

sistem biokonversi sampah

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

BSF atau lalat black soldier punya manfaat yang beragam. Selain sebagai pengurai utama bahan organik, maggot memiliki kandungan nutrisi. Maggot mengkorversi nutrien dari sampah organik menjadi nutrient baru. Kandungan larva maggot berisi protein 40 hingga 48% dan lemak 25 hingga 32%. Larva yang sudah dewasa ditandai dengan perubahan warna cokelat muda menjadi kehitaman.

Nantinya, maggot dewasa akan dijadikan sebagai pakan ternak. Ayam ternak, petelur, kalkun, lele, nila, bahkan pakan burung. Maggot menjadi makanan kesukaan beberapa ternak tersebut. Selain dijadikan pakan langsung, maggot juga bisa dijadikan pelet. Hebatnya, hewan ternak yang mengkonsumsi maggot cenderung tumbuh dengan cepat.

sistem biokonversi sampah

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Dalam sehari, pusat pengolahan sampah di Jelekong setidaknya mengelola 2,8 ton. Pusat pengolahan sampah inilah yang menjadi solusi polusi yang dihasilkan sampah.

Para pengelola berharap akan ada penerapan sistem pengelolaan sampah di setiap rumah. Termasuk sistem biokonversi. Sampah akan mempunyai nilai ekonomis jika dimanfaatkan dengan baik. (mdk/Ibr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP