Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mbah Djadi, Sang Pahlawan Sampah Selokan Mataram Yogyakarta

Mbah Djadi, Sang Pahlawan Sampah Selokan Mataram Yogyakarta Mbah Djadi, Pahlawan Selokan Mataram. ©2021 Merdeka.com/Budi Prast

Merdeka.com - Di usia senja, wanita yang akrab disapa Mbah Djadi ini tidak berleha-leha menikmati hari tuanya. Wanita berusia 73 tahun ini justru semangat dan bekerja keras. Dengan badannya yang masih sehat bugar, Ia mengabdi pada kanal irigasi tersohor dan legendaris di Yogyakarta, Selokan Mataram.

Mbah Djadi seringkali nampak di jembatan hulu Selokan Mataram. Ia berdiri di tengah terik matahari. Sinar terik panasnya mentari kala itu bukan menjadi masalah bagi wanita tangguh satu ini. Tanganya kuat memegang sebilah bambu kecil yang tinggi dengan jaring besar terikat di ujung bambu. Ia nampak tak kesulitan meski tinggi bambu jauh melebihi tinggi badannya sendiri.

Mahir menggerakkan jaring ke kanan-kiri, menengok ke arah aliran air Selokan. Tanpa takut terperosok, Ia jeli mengambil sampah-sampah ulah manusia yang menghambat aliran air Selokan Mataram.

mbah djadi pahlawan selokan mataram©2021 Merdeka.com/Budi Prast

Selokan Mataram yang penuh dengan sampah terkadang membuat daerah sekitarnya terkena banjir. Wanita berhijab ini tak tinggal diam, dengan alat sederhana Mbah Djadi pun membersihkan air Selokan Mataram ini. Mbah Djadi mencari sampah-sampah plastik dari timpukan sampah yang hanyut dibawa ke hulu Selokan Mataram.

Jaring besarnya terisi penuh, sekuat tenaga Ia mengangkatnya ke atas permukaan. Dari sampah plastik botol kemasan, bungkus makanan dan sampah-sampah lainnya tersaring di jaring handal Mbah Djadi.

mbah djadi pahlawan selokan mataram©2021 Merdeka.com/Budi Prast

Bagi Mbah Djadi, sampah-sampah plastik tidak hanya sekedar sampah. Namun, sampah ini masih bernilai. Ya, sampah dari ulah tangan-tangan jahil manusia menjadi rejeki bagi Mbah Djadi, sang pengais sampah.

Sampah plastik hasil saringan Selokan Mataram nantinya Ia akan jual ke pengepul. Buah hasil kerja kerasnya pun tak banyak sekitar Rp 3.000 ribu saja. Kerja keras dan semangatnya untuk bekerja semaksimal mungkin patut mendapat apresiasi.

mbah djadi pahlawan selokan mataram©2021 Merdeka.com/Budi Prast

Pekerjaan Mbah Djadi layaknya peribahasa 'sekali dayung dua tiga pulau terlampaui;. Membersihkan sampah yang menyambut aliran Selokan Mataram sekaligus menambah sedikit penghasilan bagi Mbah Djadi.

Tak banyak memang, namun Ia tetap melakoni pekerjaan ini dengan sepenuh hati. Berpuluh-puluh tahun setiap musim hujan tiba. Ia selalu setia hadir di hulu Selokan Mataram. Membawa jaring sederhana buatan tangannya. Tak banyak kata, ia berbicara dengan aksi langsungnya.

mbah djadi pahlawan selokan mataram©2021 Merdeka.com/Budi Prast

Pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Meski terlihat sederhana, namun sangat bermakna. Memburu sekaligus membersihkan selokan Mataram dari sampah yang berserakan.

Pemulung yang memungut sampah plastik adalah pekerjaan mulia. Sampah-sampah plastik akibat ulah manusia ini tentu saja dapat mengurangi kerusakan bumi. Tidak bisa musnah walaupun ditanam. Lebih dari pemulung, ia pantas disebut pahlawan sampah di Selokan Mataram. (mdk/Tys)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP