Lukisan Tas Karung Goni Solo, Ramah Lingkungan Tembus Pasar Internasional

Jumat, 11 Juni 2021 16:00 Reporter : Ibrahim Hasan
Lukisan Tas Karung Goni Solo, Ramah Lingkungan Tembus Pasar Internasional Lukisan Tas Karung Goni Solo. ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Merdeka.com - Warna khas karung goni cokelat menjadi bidang lukisan indah menawan. Kain goni menjadi bahan utama pembuat tas unik ini. Tas pada umumnya memiliki tekstur yang lembut. Sebaliknya, karung goni memiliki tekstur kasar, hingga kesan tak nyaman saat dipegang. Sebuah inovasi datang di sanggar lukis Nasrafa di kampung Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Kain goni yang kasar ditutup dengan lukisan indah dengan warna yang menawan.

Uniknya lagi, produk tas tote bag sederhana ini telah melanglang buana. Tas ini telah tembus ke pasar Internasional seperti Belanda, Amerika, Perancis, Italia, Thailand dan Filipina. Belakangan, tas lukis kain goni ini dipesan oleh Jepang. Negara Matahari Terbit ini memesannya untuk dijadikan sebagai souvenir perhelatan Olimpiade Tokyo. Desain lukisannya sangat indah, mulai dari seorang wanita dengan busana tradisional Jepang hingga motif alam.

Selain indah, bahan kain yang biasa dipakai karung goni ini ternyata ramah lingkungan. Bahan dasarnya berupa tumbuhan rami atau Boehmeria nivea, sejenis rerumputan yang dapat tumbuh subur di daerah tropis.

lukisan tas karung goni solo

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Stigma kain goni hanya untuk bahan pembuatan karung berubah. Bahan kain goni lebih murah dibanding kain berbahan kapas. Di Sanggar Nasrafa, kain murah ini diubahnya menjadi kerajinan yang bernilai. Meski lebih sulit, tas-tas cantik ini punya daya jual tinggi dari lokal hingga mancanegara.

Berbeda melukis di atas kanvas bertekstur halus, tekstur kain goni lebih kasar. Melukis di kain goni butuh trik dan ketelitian yang tinggi. Pori-pori pada kainnya lebih lebar dari kain lainnya. Bisa dibilang melukis di atas kain goni adalah media paling sulit dibanding kain lainnya. Akibatnya melukis satu desain tas memakan waktu yang cukup lama.

lukisan tas karung goni solo

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Mulanya bahan kain goni dijahit rapi berbentuk persegi panjang sederhana. Tak lupa lengkap dengan pegangan yang berasal dari kulit sintetis. Para pelukis akan membuat pola pada bidang kain goni. Pola nantinya menjadi acuan pewarnaan pada lukisan.

Aneka mata kuas berbagai ukuran siap digunakan. Tebal tipisnya memengaruhi komposisi warna. Cat berjenis pasta sablon dipilih karena lebih tahan lama menempel pada kain goni. Adonan catnya mampu mengisi pori-pori kain goni sehingga membuat gambar lebih rapi.

Satu bidang lukisa dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu jari. Bagian tersulit ialah membuat detail gambar berukuran kecil. Raut wajah, hingga hiasan kelopak bunga mini harus dilukis dengan hati-hati dan teliti. Mengingat cat pasta mampu mengering dengan cepat.

lukisan tas karung goni solo

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Tak hanya tas totebag saja, sanggar lukis ini menghasilkan produk lain. Mulai dari pouch hingga dompet kecil berbahan kain goni. Tak hanya itu, sanggar ini juga membuat kipas tradisional dengan kain yang lebih lembut dihias dengan lukisan menawan.

Semua jenis gambar bisa dilukis pada media kain goni. Para pelangan biasa memesan dengan menyertakan contoh gambar yang mereka inginkan. Kerumitan dan bidang ukuran gambar menjadi penentu harga yang diterapkan.

Terlepas dari keunikan dan daya gunanya, merawat tas kain goni harus lebih hati-hati. Jika terkena noda, cukup membersihkannya dengan spons basah. Tekstur kain goni ternyata sangat rentan ketika dikucek dan direndam dengan air sabun. Karakteristiknya yang kasar menjadikan kain goni mudah tertekuk menjadi tak rapi.

lukisan tas karung goni solo

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Tas ramah lingkungan ini bisa didapatkan dengan harga berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp.1.5 juta tergantung desain dan tema lukisan. Custom desain menjadi keunggulan lukisan ini. Siapa saja bisa memesannya dengan motif dan gambar sesuai keinginan.

Selain tas, produk lain juga dikembangkan oleh sanggar lukis Nasrafa. Bahkan baju dengan motif yang dilukis juga mereka kerjakan. Bahan kain goni menjadi produk unggulan punya daya jual tinggi, ramah lingkungan dan indah menawan. [Ibr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Picture First
  3. Solo
  4. Kerajinan
  5. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini