Sejak 2023, PT Pos Indonesia sudah mulai menggunakan robot untuk menyortir paket yang akan didistribusikan. Langkah ini dilakukan atas nama efisiensi pekerjaan.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Business Development dan Portfolio Management PT Pos Indonesia, Prasabri Pesti.
“Industri ini memang membutuhkan efisiensi. Dampaknya memang terasa sekali. Jadi, penggunaan manpower bisa menghemat sekitar 36 persen, sehingga orang-orang yang seharusnya menyortir paket dapat dipindahkan ke tugas-tugas lain,” jelas dia saat media gathering di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, penggunaan robot untuk menyortir paket dirasa lebih cepat dan akurat. Robot-robot ini mampu menyelesaikan lebih banyak pekerjaan daripada dilakukan manusia.
Berdasarkan data internal disebutkan dalam waktu 1 jam, robot-robot ini mampu mengerjakan sortir hingga 1.000 paket.
“Akurasinya di atas 99 persen,” tutur dia.
Advertisement
Kendati proses akurasinya nyaris 100 persen, belum semua kantor di seluruh Indonesia menerapkannya. Kata Prasabri, baru ada di beberapa perwakilan kantor besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.
Sejauh ini, robot sortir yang dimiliki kantor pos sudah mencapai 1.000 lebih. Fasilitas ini pun, lanjut Prasabri bisa dilakukan kerja sama dengan operator logistik lainnya.
Misalnya saja saat slot kosong di antara jam 10 hingga jam 15 bisa digunakan oleh kurir dari operator lain untuk sortir barang mereka.
“Jadi memang kita menyiapkan ya konsepnya. Harapannya bukan hanya untuk pos. Tapi memang untuk industri kurir Indonesia. Positioning pos ini akan menjadi backbone industri kurirnya Indonesia,” ungkap dia.