Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tuntutan ego bikin bisnis jual-beli follower Twitter laris manis

Tuntutan ego bikin bisnis jual-beli follower Twitter laris manis twitter. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Jual beli follower Twitter memang laris bak gula dan semut. Namun, sebenarnya apa gerangan orang mau membeli follower Twitter?

Seperti yang dilansir oleh NY Times (25/4), dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Andrea Stroppa dan Carlo De Micheli, diketahui bahwa bisnis ini ternyata mampu menghasilkan uang hingga jutaan dollar per bulannya. Angka ini tidak mengherankan, karena sebagian besar pembelinya merupakan klien besar.

Tercatat nama-nama besar seperti Pepsi, Mercedes-Benz, Louis Vuitton, bahkan hingga perseorangan seperti 50 Cent juga masuk dalam daftar pembeli follower palsu ini.

Menanggapi hal tersebut, beberapa analis jejaring sosial pun merasa tidak heran. Disebutkan, hal ini dikarenakan besarnya peran jumlah pengikut Twitter bagi sebagian besar orang.

Bagi perseorangan, jumlah follower Twitter yang banyak mungkin mampu menaikkan ego dan rasa percaya diri mereka. Namun, bagi merek-merek yang sudah mendunia, jumlah pengikut Twitter yang berjibun adalah sebuah keharusan.

Hal ini harus dilakukan agar posisi mereka terlihat di dunia maya, terutama Twitter. Dengan jumlah pengikut yang banyak ini pula, strategi komersial mereka pun bisa sedikit ditekan.

"Sangat alamiah melihat merek-merek terkenal yang ingin membangun Twitter dan Facebook mereka karena ini merupakan cara untuk meningkatkan perhatian terhadap produk maupun layanan. Semakin sering melakukan publikasi, semakin banyak yang kenal dengan produk mereka," kata Susan Etlinger dari Altimeter Group.

Etlinger menambahkan, ada dua komoditi utama yang diperebutkan di Twitter dan Facebook. Keduanya adalah follower untuk Twitter dan Like untuk Facebook.

Meski begitu, ada juga perusahaan ternama yang tidak sebegitu percaya dengan kekuatan yang ditawarkan social media ini. Coca-Cola misalnya, mereka meyakini bahwa dengan jumlah pengikut 700 ribu dan Like 60 juta saat ini, tidak membantu penjualan produk mereka secara masif.

Namun, mungkin saja penjualan tidak efektif ini sebenarnya juga diakibatkan oleh bisnis curang dalam jual-beli follower. Logikanya, meskipun jumlah follower dan like mencapai jutaan sekalipun, jika sebagian besar yang mengikuti dan melakukan Like adalah akun palsu/bot, maka memang tidak akan ada gunanya. (mdk/nvl)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP