Menjadi astronot kerap dicita-citakan orang sejak kecil. Terlebih, jenis pekerjaan ini bisa memantau luar angkasa. Meski terlihat menarik, ada risiko yang dipertaruhkan dalam hidup seorang astronot.
Harus diingat, ingat bahwa astronot biasanya bukan pekerjaan pertama seseorang. Seringkali, mereka adalah pilot penguji – astronot mana pun harus memiliki pengalaman profesional tiga tahun atau 1.000 jam menerbangkan jet sebelum mereka dapat memenuhi syarat.
Mereka juga diharuskan memiliki gelar dalam ilmu pengetahuan, teknik, atau matematika dan harus melewati proses seleksi ketat yang jauh lebih sulit daripada masuk ke universitas mana pun yang diinginkan.
Jadi soal gaji, jenis pekerjaan ini cukup menjanjikan. Situs berita Metro.co.uk pernah menuliskan artikel tentang gaji para astronot di NASA pada 2020. Mengacu pada sumber itu, terdapat ragam atau tingkatan gaji yang diberikan NASA kepada para astronotnya. Nilai setiap orang ditentukan berdasarkan prestasi akademik dan pengalamannya.
Gaji didasarkan pada The Federal Government General Schedule (GS). Sebagai contoh untuk jenjang GS-12 hingga GS-13. Saat ini, untuk jenjang GS-12 digaji mulai dari USD 65140 atau Rp 996 juta per tahun. Sedangkan untuk jenjang GS-13 dapat menghasilkan hingga USD 100701 atau Rp 1,5 miliar per tahun.
Lain dengan astronot memiliki pendidikan yang luar biasa dengan pengalaman bertahun-tahun gajinya dijamin bisa lebih tinggi lagi. Astronot yang berada pada level GS-15 bisa bergaji USD142.000 atau setara Rp 2,1 miliar per tahun. Perlu dicatat, gaji di atas baru pokoknya. Astronot dapat menerima lebih banyak tergantung pada lokasi di mana mereka bekerja atau misi apa yang mereka ikuti.
Besar kan gaji astronot NASA? Jangan dibandingkan dengan PNS ya.