Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satelit NASA bawa pulang bukti evolusi galaksi

Satelit NASA bawa pulang bukti evolusi galaksi Ilustrasi satelit Stardust. © airandspace.si.edu

Merdeka.com - Bagaimana alam semesta berevolusi? Pertanyaan ini sampai saat ini belum bisa dijawab oleh ilmuwan karena minimnya akses ke luar angkasa. Secercah harapan muncul ketika satelit milik NASA berhasil membawa pulang 'bingkisan' kecil dari luar angkasa.

Sejak diluncurkan pada tahun 1999 silam, satelit NASA, Stardust, yang bertugas menangkap debu luar angkasa dari sebuah komet akhirnya berhasil tiba di bumi. Stardust sendiri telah berhasil menangkap 7 butiran pasir yang dipercaya berasal dari ledakan bintang jutaan tahun yang lalu.

Partikel-partikel debu adalah kunci yang dapat menguak proses evolusi galaksi. Menurut Dr. Andrew Westphal dari Universitas California, semua yang ada di alam semesta pada dasarnya berasal dari debu dan awan luar angkasa yang berubah bentuk karena energi tertentu. Struktur dan komposisi dari debu luar angkasa dapat dianalisa lebih lanjut untuk menghitung suhu dari awan luar angkasa yang menjadi rumah dari debu tersebut.

Mengetahui suhu dari awan luar angkasa dapat membantu ilmuwan untuk memprediksi siklus evolusi awan-awan tersebut. Ketika sebuah awan luar angkasa yang tak terkira ukurannya itu hancur, besar kemungkinan sebuah tata surya baru akan terbentuk. Hingga pada akhirnya kumpulan-kumpulan tata surya baru itu tumbuh menjadi galaksi baru.

Ketujuh buah butiran debu yang berhasil dibawa pulang oleh Stardust sendiri memiliki susunan kimia yang sangat bervariasi. Salah satunya diketahui berbentuk seperti kristal salju yang 'empuk'. Sementara dua butiran besar lain mempunyai struktur mirip batuan mulia dan diduga berasal dari tata surya lain, Daily Mail (14/08). (mdk/bbo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP