NASA Temukan Bakteri Sangat Kuat yang Bisa Menyerap Sinar UV, Perusahaan Kosmetik Tertarik

Bakteri ini sangat kuat, bahkan tahan terhadap sinar UV.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
NASA Temukan Bakteri Sangat Kuat yang Bisa Menyerap Sinar UV, Perusahaan Kosmetik Tertarik
NASA Temukan Bakteri Sangat Kuat yang Bisa Menyerap Sinar UV, Perusahaan Kosmetik Tertarik (Merdeka.com)

NASA Temukan Bakteri Sangat Kuat yang Bisa Menyerap Sinar UV, Perusahaan Kosmetik Tertarik

Bakteri ini sangat kuat, bahkan tahan terhadap sinar UV. 

Salah satu ilmuwan NASA, Kasthuri Venkateswaran yang bertanggung jawab dalam menjaga pesawat ruang angkasa bebas kontaminasi menuju Mars.

Ia menemukan bakteri yang luar biasa kuat, diberi nama bacillus pumilus.

Bakteri ini terbukti sangat tahan terhadap sinar ultraviolet dan peroksida, bahkan tidak bisa dibunuh dengan metode pembersihan biasa.

Dilansir dari Mashable, Selasa (16/4), penemuan ini memicu minat para ilmuwan untuk menjalankan eksperimen lebih lanjut di Stasiun Luar Angkasa Internasional. 

Dilansir dari Mashable, Selasa (16/4), penemuan ini memicu minat para ilmuwan untuk menjalankan eksperimen lebih lanjut di Stasiun Luar Angkasa Internasional. 
© 2024 merdeka.com

Sampel bakteri tersebut ditempelkan di luar laboratorium untuk melihat dampak radiasi kosmik. 

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Hasilnya mengejutkan, banyak spora bakteri yang tetap hidup bahkan setelah 18 bulan terpapar radiasi kosmik.

Melalui hal ini, sebuah perusahaan di Massachusetts melihat potensi penggunaan bakteri dalam tabir surya.

Mereka mengembangkan bahan baru yang menggunakan kemampuan bakteri tersebut untuk menyerap sinar UV, meningkatkan efektivitas tabir surya.
 
Kisah menarik ini juga melibatkan perjalanan Kyle Landry, seorang ilmuwan yang awalnya berkarir di bidang ilmu pangan. Dia kemudian tertarik pada ekstremofil dan menemukan spesies jamur baru.

Melalui penelitiannya, Landry berhasil menemukan enzim baru yang dapat meningkatkan rasa makanan.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

David Sinclair, seorang ahli genetika, tertarik dengan penelitian Landry dan menawari posisi di laboratoriumnya di Harvard Medical School. Mereka kemudian bekerja sama untuk mengembangkan enzim ekstremofil yang dapat membantu mengatasi antraks dan wabah penyakit lainnya.

Dok. Istimewa
© Pixabay/Pexels

Kemitraan antara NASA dan perusahaan biodefense membawa Landry untuk mempelajari lebih lanjut tentang bakteri tangguh yang ditemukan di pesawat ruang angkasa. Bakteri ini kemudian digunakan untuk mengembangkan tabir surya yang lebih efektif.

Selain itu, NASA juga telah melakukan penelitian untuk membersihkan kendaraan antariksa dari kontaminasi bakteri, terutama yang akan dikirim ke Mars.

Upaya ini melibatkan pengembangan teknologi untuk memastikan bahwa kendaraan tersebut bebas dari bakteri yang dapat mengkontaminasi lingkungan di Mars.

Selain penggunaannya dalam tabir surya, bakteri yang ditemukan oleh NASA juga memiliki potensi lain dalam industri kosmetik.

Bakteri tersebut dapat digunakan dalam produk perawatan kulit untuk meningkatkan produksi kolagen dan elastin, membantu menjaga kulit tetap sehat dan awet muda.

Rekomendasi