Ilmuwan Ungkap Bulan Ternyata Perlahan Menjauhi Bumi, Ini Dampaknya

Fakta ini baru terungkap oleh ilmuwan kala ia meneliti tentang Bulan.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Ilmuwan Ungkap Bulan Ternyata Perlahan Menjauhi Bumi, Ini Dampaknya
Ilmuwan Ungkap Bulan Ternyata Perlahan Menjauhi Bumi, Ini Dampaknya (Merdeka.com)

Kita sering melihat langit malam dan menyadari bahwa Bulan tampaknya berada di tempat yang sama setiap harinya. Tetapi ternyata hal ini salah, karena nyatanya Bulan malah perlahan-lahan menjauhi Bumi.

Para ilmuwan telah menemukan bukti mengenai hal ini. Mereka menemukan bahwa Bulan memang menjauh dari Bumi dan pelan-pelan hal ini akan menyebabkan dampak yang besar bagi kehidupan di Bumi.

Dikutip dari Indy100, Sabtu (9/9), sebuah studi yang dikerjakan oleh para ilmuwan di Universitas Wiscinson-Madison, Amerika Serikat, berhasil menghitung apa akibat dari pergerakan Bulan ini dan kapan dampaknya akan terlihat di Bumi.

Studi ini mereka memiliki fokus dalam meneliti batuan dari formasi yang berusia 90 juta tahun.

Studi ini mereka memiliki fokus dalam meneliti batuan dari formasi yang berusia 90 juta tahun.
Dok. Istimewa

Dari batuan ini, mereka dapat menganalisis interaksi Bumi dan Bulan 1,4 miliar tahun yang lalu.

Dari hasil penelitian mereka, ternyata Bulan secara konsisten menjauhi Bumi dengan jarak sekitar 3,82 cm setiap tahunnya.

Dampaknya adalah panjang hari rata-rata di Bumi akan semakin lama. Stephen Mayers, seorang profesor geosains di Universitas Wisconsin-Madison, memiliki perumpamaan soal ini.

Ia mengumpamakan bahwa ketika Bulan menjauh, Bumi seperti seorang penari skating yang melambat saat mereka mengulurkan tangan mereka.

Ini berarti terjadi perubahan distribusi massa dari perubahan posisi Bulan akan memengaruhi rotasi Bumi dan membuatnya melambat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Karena hal ini terjadi secara konsisten, dapat diperkirakan bahwa 200 juta tahun ke depan, Bumi tidak lagi memiliki waktu 24 jam seharinya, tetapi bertambah menjadi 25 jam. Saat ini, ambisi dari para peneliti di Universitas Wisconsin-Madison adalah untuk menggunakan astrokronologi.

Astrokronologi adalah sebuah pendekatan dalam ilmu geologi yang digunakan untuk mengukur waktu sejarah geologi Bumi dan mengukur waktu di masa yang paling jauh.

Astrokronologi adalah sebuah pendekatan dalam ilmu geologi yang digunakan untuk mengukur waktu sejarah geologi Bumi dan mengukur waktu di masa yang paling jauh.
Dok. Istimewa

Mereka ingin mengembangkan skala waktu geologi yang sangat kuno.

Tak hanya itu, astrokronologi diharapakan dapat mempelajari batuan yang usianya mencapai miliaran tahun dengan cara proses geologi modern. 

Tak hanya itu, astrokronologi diharapakan dapat mempelajari batuan yang usianya mencapai miliaran tahun dengan cara proses geologi modern.&nbsp;<br>
Dok. Istimewa

Pengetahuan baru soal Bulan juga terungkap baru-baru ini, ketika sebuah program antariksa milik China mengungkap rahasia bernilai miliaran tahun yang terkubur di bawah permukaan Bulan.

Pengetahuan baru soal Bulan juga terungkap baru-baru ini, ketika sebuah program antariksa milik China mengungkap rahasia bernilai miliaran tahun yang terkubur di bawah permukaan Bulan.
Dok. Istimewa

Hal ini dapat membantu kita untuk mulai mempelajari sejarah dari Bulan.

Rekomendasi