Mengapa Pelangi Memiliki 7 Warna? Ini Penjelasan Lengkap Isaac Newton

Berikut penjelasan ilmuwan ternama Isaac Newton mengapa pelangi punya 7 warna.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Mengapa Pelangi Memiliki 7 Warna? Ini Penjelasan Lengkap Isaac Newton
Mengapa Pelangi Memiliki 7 Warna? Ini Penjelasan Lengkap Isaac Newton (Merdeka.com)

Dalam sejarah, persepsi tentang pelangi dipengaruhi oleh ekspektasi akan jumlah warna. 

Isaac Newton, seorang ilmuwan terkemuka di abad ke-17 melakukan eksperimen dengan prisma yang menghasilkan spektrum cahaya.

Di 1665, Newton mengidentifikasi tujuh warna dalam spektrum tersebut, menambahkan oranye dan membagi ungu menjadi dua, sesuai dengan angka mistis tujuh yang melambangkan kesempurnaan. Namun, sebelumnya spektrum dianggap hanya memiliki lima warna.

Di 1665, Newton mengidentifikasi tujuh warna dalam spektrum tersebut, menambahkan oranye dan membagi ungu menjadi dua, sesuai dengan angka mistis tujuh yang melambangkan kesempurnaan. Namun, sebelumnya spektrum dianggap hanya memiliki lima warna.
© 2024 merdeka.com
Dok. Istimewa
© Unsplash/Taeshin T.

Mengutip Canon Global & New Scientist, Senin (1/4), pelangi memiliki tujuh warna disebabkan oleh tetesan air di atmosfer yang memecah sinar matahari menjadi tujuh warna yang dikenal dalam pelangi. 

Hal ini terjadi karena cahaya masuk dan keluar dari medium dengan indeks bias yang berbeda, seperti air atau prisma. 

Hal ini terjadi karena cahaya masuk dan keluar dari medium dengan indeks bias yang berbeda, seperti air atau prisma. 
Dok. Istimewa

Kemudian cahaya tersebut mengubah arah rambatnya dan membelok. Fenomena ini disebut pembiasan, di mana perubahan sudut bias sesuai dengan panjang gelombang cahaya. 

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Secara umum, semakin pendek panjang gelombangnya, semakin besar indeks biasnya. Oleh karena itu, warna-warna yang dilihat dalam pelangi dipengaruhi oleh bias cahaya saat melewati tetesan air di atmosfer.

Cahaya matahari yang menyinari tetesan air di atmosfer akan mengalami pembiasan ketika masuk dan keluar dari tetesan air tersebut.

Proses pembiasan ini menyebabkan cahaya terpecah menjadi tujuh warna di dalam tetesan air, kemudian dipantulkan ke tetesan air lainnya setelah melalui perjalanan di dalamnya. 

Dalam fenomena pemantulan ini, sudut pantulan sama dengan sudut datangnya, menghasilkan jalur cahaya yang konsisten dengan perbedaan sudut pembiasan.

Ketika cahaya keluar dari tetesan air, pembiasan terjadi lagi, semakin memperkuat penyebaran cahaya.

Pantulan utama dari pelangi primer dan pantulan sekunder dari pelangi tambahan yang lebih gelap, menyebarkan cahaya ke dalam tujuh warna yang terlihat oleh mata kita.

Rekomendasi