Rahasia Kehidupan Laut Berusia 150 Juta Tahun Terungkap Berkat Penemuan Ini

Para peneliti berhasil mengungkap sejarah geologis Bumi dalam riset ini.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Rahasia Kehidupan Laut Berusia 150 Juta Tahun Terungkap Berkat Penemuan Ini
Rahasia Kehidupan Laut Berusia 150 Juta Tahun Terungkap Berkat Penemuan Ini (Merdeka.com)

Para ahli geokimia menemukan sebuah garam batuan yang menyimpan rahasia kehidupan laut sejak 150 juta tahun yang lalu.

Garam ini ditemukan dua ahli kimia, yaitu Mebrahtu Weldeghebriel dari Universitas Princeton dan Tim Lowenstein dari Universitas Binghamton di Amerika Serikat.

Hasil dari penelitian garam batuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advance (26/7).

Diketahui, mereka memeriksa garam laut (halit) yang terbentuk pada berbagai waktu selama 150 juta tahun terakhir di cekungan sedimentasi yang berbeda secara geografis di Amerika Serikat Eropa, Asia, dan Afrika.

Sebanyak 639 sampel diambil dari 65 kristal halit. Dalam sampel garam inilah terdapat kantong kecil yang berisi sedikit air laut kuno.

Dari sedikit air laut kuno ini, para peneliti berhasil mengungkap sejarah geologis Bumi. 

Dari sedikit air laut kuno ini, para peneliti berhasil mengungkap sejarah geologis Bumi. 
Dok. Istimewa

Para peneliti berfokus pada konsentrasi lithium, yang mengalami penurunan tujuh kali lipat selama 150 juta tahun terakhir.

Mengapa Ini Dilakukan?

Dilansir dari BingUNews, para ilmuwan berpendapat bahwa penurunan konsentrasi lithium secara utama.

Ini terkait dengan produksi kerak samudra yang berkurang dan aktivitas hidrotermal dasar laut yang menurun.

Nah, keduanya dipengaruhi oleh pergerakan lempeng tektonik. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perlambatan aktivitas lithium yang lebih sedikit ditambahkan ke laut dan jumlah karbon dioksida yang lebih sedikit dilepaskan ke atmosfer, yang pada akhirnya mengakibatkan pendinginan global dan zaman es saat ini. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Membalik waktu 150 juta tahun, Bumi adalah tempat yang lebih hangat dengan lebih banyak karbon dioksida di atmosfer dan lebih banyak lithium di laut.

“Ada hubungan yang erat antara kimia laut dan kimia atmosfer. Apa pun perubahan yang terjadi di laut juga mencerminkan apa yang terjadi di atmosfer. Samudra dan atmosfer saling terhubung, dan bagaimana mereka berubah saling terkait. Semuanya saling terhubung,”

“Ada hubungan yang erat antara kimia laut dan kimia atmosfer. Apa pun perubahan yang terjadi di laut juga mencerminkan apa yang terjadi di atmosfer. Samudra dan atmosfer saling terhubung, dan bagaimana mereka berubah saling terkait. Semuanya saling terh
Dok. Istimewa

Ahli kimia, Mebrahtu Weldeghebriel dari Universitas Princeton.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Intinya, penelitian Weldeghebriel dan Lowenstein telah membuat kemajuan yang signifikan dalam memahami kimia lautan kuno Bumi dan bagaimana pergerakan lempeng tektonik telah memengaruhi komposisi hidrosfer dan atmosfer Bumi.

Rekomendasi