Justin Trudeau Berang Gara-gara Facebook Blokir Pemberitaan Kebakaran Hutan di Kanada

Perdana Menteri Kanada ini marah kepada Facebook dan Google karena memblokir berita kebarakan.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Justin Trudeau Berang Gara-gara Facebook Blokir Pemberitaan Kebakaran Hutan di Kanada
Perdana Menteri Kanada ini marah kepada Facebook dan Google karena memblokir berita kebarakan. (merdeka.com)

Kanada tengah menghadapi musibah besar dalam minggu-minggu terakhir ini. Terjadi kerusakan yang besar akibat kebakaran hutan yang begitu buruk di sana. 


Tidak hanya kerusakan yang besar, kejadian ini juga memaksa banyak orang untuk mengungsi dari rumah mereka. 

 Kebakaran hutan ini disebabkan oleh kondisi kering dan angin yang kencang, sehingga menimbulkan ancaman yang besar bagi nyawa manusia dan lingkungan sekitar.
Dok. Istimewa
merdeka.com

Pemerintah Kanada yang dipimpin oleh perdana Menteri Justin Trudeau tengah bekerja keras dalam mengelola situasi ini, salah satunya adalah dengan memberi dukungan kepada seluruh masyarakat yang terdampak dari musibah ini. Setidaknya 35.000 orang harus dievakuasi karena kebakaran besar ini.

Dilansir dari New York Post, Rabu (23/8), ketika situasi ini masih belum terkendali, muncul masalah baru. 

Dilansir dari New York Post, Rabu (23/8), ketika situasi ini masih belum terkendali, muncul masalah baru. 
merdeka.com

Meta telah memutuskan untuk memblokir segala pemberitaan mengenai kebakaran hutan ini. Karena inilah, pemerintah Kanada melakukan kritik yang keras terhadap Meta.

Dok. Istimewa
merdeka.com

Meta memblokir seluruh berita kebakaran ini bukan tanpa sebab. Sebelumnya, telah terjadi proses negosiasi yang amat panjang antara Meta dan pemerintah Kanada mengenai undang-undang yang diusulkan mereka. Usulan undang-undang ini mewajibkan setiap perusahaan teknologi untuk membayar konten berita.

Ketika Meta memutuskan untuk memblokir seluruh beritanya dari platform mereka seperti Instagram dan Facebook, pemerintah Kanada terutama Perdana Menteri Justin Trudeau melayangkan protes keras akan hal tersebut. 


“Benar-benar sulit dipercaya bahwa perusahaan seperti Facebook memilih untuk mengutamakan keuntungan korporasi daripada memastikan bahwa organisasi berita lokal dapat memberikan informasi terkini kepada warga Kanada dan mencapai mereka,” kata Trudeau.

Trudeau juga mengatakan bahwa tindakan Meta “merugikan bagi demokrasi” karena demokrasi bergantung kepada orang-orang yang dapat mempercayai jurnalisme berkualitas tinggi dan berbagai sudut pandang yang berbeda.
Dok. Istimewa
merdeka.com

Sementara itu, Meta mengatakan bahwa tujuan utama mereka adalah untuk melawan penyebaran berita palsu di platformnya. Dalam keadaan darurat seperti ini, kemungkinan tersebarnya berita hoax yang berpotensi menyebabkan kepanikan massal sangatlah tinggi. 

Sehingga Meta ingin pengguna platform mereka terbebas dari berita-berita tidak benar itu dan dapat mengakses berita yang akurasinya sudah terjamin. 


Meta juga mengklaim bahwa mereka sedang mengambil langkah-langkah untuk memastikan keandalan dan akurasi berita yang tersedia bagi penggunanya. 

Selain Meta, Google yang dimiliki oleh Alphabet pun telah melakukan protes terhadap undang-undang Kanada ini. Mereka mengatakan rencana mereka untuk mengikuti Meta dan memblokir berita di Kanada. 

Meski banyak yang mendukung keputusan Meta memblokir berita hoax, banyak juga yang menganggap tindakan Meta terlalu ekstrim. 

Dalam keadaan darurat seperti ini, akses kepada berita sangatlah penting. Akibat pemblokiran yang dilakukan Meta, warga Kanada sangat kesulitan untuk berbagi berita mengenai kebakaran ini.

Dok. Istimewa
merdeka.com

Dilansir dari Gizchina, pemerintah telah mendorong warga Kanada untuk mendengarkan radio atau media lokal secara langsung untuk mendapatkan berita yang akurat mengenai kebakaran ini. beberapa sumber berita yang tersedia dan terjamin kredibilitasnya adalah CBC News, Global News, CTV News, dan The Vancouver Sun. 

Rekomendasi