Adopsi Internet of Things di Industri Tambang Mulai Tunjukan Kontribusi

Penerapan IoT telah berkontribusi terhadap penurunan konsisten angka Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR).

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Adopsi Internet of Things di Industri Tambang Mulai Tunjukan Kontribusi
Adopsi Internet of Things di Industri Tambang Mulai Tunjukan Kontribusi (Merdeka.com)

Transformasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor pertambangan nasional kini memasuki fase berbasis teknologi.

Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, dinilai menjadi pelopor dalam pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk memperkuat sistem mitigasi risiko di berbagai lini operasionalnya.

Co-Founder A+ CSR Indonesia, Jalal, menyebut digitalisasi yang dilakukan Grup MIND ID bukan sekadar modernisasi alat, tetapi perubahan mendasar dalam pendekatan keselamatan kerja.

Ia menilai integrasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba dengan standar ISO 45001 diperkuat oleh pemanfaatan teknologi berbasis sensor dan pemantauan real-time.

Menurut Jalal, penerapan IoT telah berkontribusi terhadap penurunan konsisten angka Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR).

Dia menyebut pendekatan berbasis data memungkinkan perusahaan mengidentifikasi potensi bahaya lebih dini sebelum menjadi insiden.

Salah satu implementasi paling konkret terlihat di operasional tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia.

Di lokasi tersebut, sistem seismic monitoring digunakan untuk mendeteksi pergerakan massa batuan secara real-time guna memitigasi risiko rockburst. Teknologi ini memungkinkan respons cepat berbasis data geoteknik yang terintegrasi.

"Mitigasi risiko runtuhan di sana tidak lagi sekadar memasang rock bolt secara manual. Mereka menggunakan teknologi seismic monitoring tingkat lanjut untuk mendeteksi pergerakan massa batuan secara real-time guna memprediksi potensi rockburst," jelasnya.

Selain itu, Remote Operation Management System diterapkan untuk mengoperasikan alat berat dari ruang kendali yang terpisah dari area berisiko tinggi. Pendekatan ini memindahkan pekerja dari zona bahaya langsung (line of fire) dan mengurangi eksposur terhadap potensi kecelakaan.

Penerapan Radar Berbasis Sensor

Di tambang terbuka, anggota Grup MIND ID lainnya juga mengadopsi radar berbasis sensor untuk memantau kestabilan lereng serta memasang collision avoidance system pada kendaraan operasional guna mencegah tabrakan.

Seluruh sistem tersebut terhubung dalam ekosistem digital yang memungkinkan pemantauan kondisi tambang secara terpadu.

Sebagai anggota International Council on Mining and Metals (ICMM), MIND ID dinilai membawa praktik global ke dalam konteks domestik.

Jalal menilai, pemanfaatan IoT telah menggeser paradigma keselamatan dari pendekatan reaktif menjadi preventif berbasis prediksi.

Langkah ini diharapkan juga mendorong transformasi digital keselamatan di seluruh ekosistem pertambangan Indonesia.

Rekomendasi