Jobdesk Kerja yang Tak Disukai Bill Gates, Padahal Jadi Kunci Hidupnya Kaya Raya

Jenis pekerjaan ini buat Bill Gates tak menarik. Tapi tanpa itu, Microsoft sulit menjadi perusahaan besar.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Jobdesk Kerja yang Tak Disukai Bill Gates, Padahal Jadi Kunci Hidupnya Kaya Raya
Jobdesk Kerja yang Tak Disukai Bill Gates, Padahal Jadi Kunci Hidupnya Kaya Raya (REUTERS/Jason Lee)

Siapa yang tak kenal Bill Gates. Ia dikenal sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam dunia teknologi.

Puluhan tahun hidupnya dihabiskan untuk membangun Microsoft. Mengubah wajah industri komputer global. Namun, ada satu jenis pekerjaan yang tak ia sukai. 

Dalam sebuah wawancara dengan atlet NBA, Stephen Curry, pada 2020 lalu, Gates berterus-terang bukan tipe orang yang cocok di bidang penjualan atau pemasaran. Singkatnya, ia tidak suka dengan pekerjaan tersebut. 

Padahal itu kunci baginya hidup kaya raya dan mampu menghidupkan organisasi non-profitnya, Gates Foundation sampai saat ini.

“Saya bukan orang yang berbakat di bidang penjualan atau pemasaran. Saya lebih suka fokus pada penciptaan dan pendefinisian produk,” kata Gates, sebagaimana dikutip dari Times of India, Kamis (21/8).

Bukan Cara Jualan tapi Kualitas Produk

Bill Gates: Saya tak Ingin Mati dalam Kondisi Kaya Raya
Bill Gates: Saya tak Ingin Mati dalam Kondisi Kaya Raya Ilustrasi dibuat dengan Freepik AI

Gates meyakini bahwa kekuatan sebuah perusahaan terletak pada kualitas produk yang diciptakan. Bukan pada cara menjual atau mempromosikannya.

Ia bahkan menyebut dirinya lebih mirip insinyur muda yang hanya terpesona oleh bagaimana sebuah produk dirancang dan dibuat. 

“Untuk posisi di mana Anda benar-benar menciptakan produk dan memikirkan fitur-fiturnya, saya terpesona oleh hal itu,” ucapnya.

Maka pada suatu kesempatan, dia mengungkap rasa iri dengan Steve Jobs. Di mata dia, pendiri Apple itu begitu sempurna.

Tidak hanya soal produk yang wajib bagus, tetapi Jobs kata Gates, punya daya pikat yang kuat sebagai sales ketika sedang berbicara di depan umun.

Sales Mutlak Dibutuhkan

Kisah Kejatuhan iPod: Bill Gates Meramal, Steve Jobs yang Eksekusi
Kisah Kejatuhan iPod: Bill Gates Meramal, Steve Jobs yang Eksekusi Ilustrasi dibuat dengan Grok AI

Meski begitu, Gates tidak menutup mata bahwa pemasaran dan penjualan juga penting.

Ia menegaskan kelemahannya itu justru bisa tertutupi saat ia bekerja dengan tim yang saling melengkapi. 

“Jika Anda memiliki tim yang memahami pelanggan, penjualan, pemasaran  saya mungkin tidak punya keahlian itu, tapi saya senang bekerja dengan orang-orang yang ahli di sana,” katanya.

Pahami Sejarah Agar Tak Masuk Jurang yang Sama

Menkes Budi Gunadi Sadikin Berbincang dengan Bill Gates bahas vaksin TBC
Menkes Budi Gunadi Sadikin Berbincang dengan Bill Gates bahas vaksin TBC. Dok. Sehat Negeriku/Kemenkes @ 2023 merdeka.com

Ia juga mengaku senang mempelajari sejarah industri teknologi, termasuk berbagai kesalahan yang pernah dilakukan perusahaan terdahulu. 

Menurutnya, hal itu membantu untuk merumuskan mendefinisikan produk yang lebih kuat, serta menciptakan teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Maka bagi dia, kunci sukses bukan sekadar menguasai semua hal, melainkan menyadari kelemahan diri dan menemukan orang yang bisa mengisi kekurangan tersebut.

FAQ: Pekerjaan Paling Tak Disukai Bill Gates

1. Pekerjaan apa yang paling tidak disukai Bill Gates?

Bill Gates mengaku tidak pernah ingin menjadi salesman atau bekerja di bidang pemasaran, karena ia merasa tidak berbakat dalam seni penjualan.

2. Mengapa Bill Gates tidak mau jadi salesman?

Ia lebih suka fokus pada penciptaan dan pendefinisian produk, bukan pada cara menjualnya. Menurutnya, kekuatan perusahaan ada pada kualitas produk, bukan sekadar promosi.

3. Lalu, bagaimana Gates menyiasati kelemahan di bidang pemasaran?

Gates mengandalkan kerja tim yang saling melengkapi. Ia memilih berkolaborasi dengan orang-orang yang ahli di bidang pemasaran, penjualan, dan memahami pelanggan.

4. Apa yang menjadi kekuatan utama Bill Gates?

Kekuatan utamanya adalah menciptakan teknologi dan mendefinisikan produk. Ia senang membaca sejarah industri dan belajar dari kesalahan perusahaan terdahulu.

5. Apa pesan sukses yang bisa dipetik dari pandangan Gates ini?

Menurut Gates, kunci sukses adalah menyadari kelemahan diri dan menemukan orang yang bisa melengkapi kekurangan tersebut dalam sebuah tim.

Rekomendasi