Sir Isaac Newton dikenal luas sebagai ilmuwan jenius yang mengubah dunia lewat hukum gravitasi dan gerak. Namun di balik kejeniusannya, sebuah studi terbaru mengungkap sisi yang tak banyak diketahui publik: tinta yang ia gunakan untuk menulis teori-teorinya kemungkinan besar dibuat dari bir.
Penemuan menarik ini dimuat dalam jurnal Notes and Records terbitan Royal Society, yang menyebutkan bahwa Newton menyusun sendiri resep tinta tulisnya, dikutip dari NDTV, Kamis (19/6).
Salah satu resepnya menggunakan wine, sementara yang lain memanfaatkan satu quart atau sekitar 950 ml bir kental (strong beer atau ale).
Advertisement
Bir dalam Botol Newton ungkap Rahasia Tinta
Peneliti utama, Profesor Stephen Snobelen dari Dalhousie University dan King's College di Halifax, Kanada, menghabiskan dua tahun meneliti botol bir pribadi milik Newton.
Ia menduga kuat bahwa tinta buatan Newton dari bir inilah yang digunakan untuk menulis karya legendaris Philosophae Naturalis Principia Mathematica yang diterbitkan pada tahun 1687.
Buku tersebut memuat hukum gerak Newton, teori gravitasi universal, hingga cikal bakal kalkulus.
“Meskipun belum ada analisis kimia langsung terhadap tinta dalam manuskrip Newton, banyak penulis abad ke-17 yang memang menggunakan bir sebagai pelarut dalam pembuatan tinta rumahan,” ujar Snobelen kepada The Telegraph.
Advertisement
Tahan Ratusan Tahun
Dalam catatan Newton sendiri, tinta buatan bir ini dirancang untuk “bertahan selama bertahun-tahun.” Tak mengherankan jika tulisan tangan Newton masih terlihat tajam dan jelas hingga kini, meski telah berusia lebih dari tiga abad.
“Dua resep tinta Newton yang masih ada mengonfirmasi bahwa ia ikut menekuni seni meracik tinta sendiri, setidaknya selama masa tinggalnya di Cambridge,” jelas Snobelen lagi.
Apakah dunia benar-benar akan berakhir seperti yang Newton ramalkan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Tapi satu hal pasti: tinta dan pemikiran Newton akan terus hidup, setidaknya jauh lebih lama dari botol bir yang dulu ia gunakan.