Sains ungkap Wangi Petrichor Aroma Khas yang selalu Muncul saat Hujan

Petrichor, aroma khas tanah basah saat hujan. Banyak orang yang merasa damai dengan aroma ini. Ilmuwan menganalisisnya.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Sains ungkap Wangi Petrichor Aroma Khas yang selalu Muncul saat Hujan
Sains ungkap Wangi Petrichor Aroma Khas yang selalu Muncul saat Hujan (Merdeka.com)

Pernahkah Anda merasakan sensasi menenangkan saat menghirup udara segar setelah hujan? Aroma khas itu, yang sering disebut sebagai petrichor. "Wangi" yang memikat manusia selama berabad-abad.

Istilah 'petrichor' sendiri, yang berasal dari bahasa Yunani, 'petra' (batu) dan 'ichor' (cairan para dewa), pertama kali diperkenalkan pada tahun 1964 oleh Isabel Joy Bear dan Roderick G. Thomas dalam jurnal ilmiah Nature. Namun, apa sebenarnya yang menyebabkan aroma unik ini?

Komponen Utama Petrichor

Mengutip beragam sumber, Kamis (6/2), Petrichor bukanlah aroma tunggal, melainkan kombinasi kompleks dari berbagai senyawa yang dilepaskan ke udara saat hujan menyentuh tanah kering.

Salah satu komponen utamanya adalah geosmin, senyawa organik yang dihasilkan oleh bakteri Streptomyces yang hidup di dalam tanah.

Geosmin memiliki aroma khas 'tanah basah' yang sangat kuat dan identik dengan aroma petrichor.Selain geosmin, minyak esensial yang dikeluarkan oleh tumbuhan selama musim kemarau juga berperan penting.

Minyak ini terserap oleh tanah dan batuan, kemudian dilepaskan ke udara saat hujan turun. Terpene, senyawa organik volatil lainnya yang dihasilkan oleh beberapa tumbuhan, juga berkontribusi pada aroma petrichor yang kompleks.

Aroma ini semakin diperkaya jika hujan disertai petir, karena ozon yang terbentuk turut menambah kompleksitas aroma tersebut.

Komponen Utama Petrichor

Petrichor bukanlah aroma tunggal, melainkan kombinasi kompleks dari berbagai senyawa yang dilepaskan ke udara saat hujan menyentuh tanah kering.

Salah satu komponen utamanya adalah geosmin, senyawa organik yang dihasilkan oleh bakteri Streptomyces yang hidup di dalam tanah.

Geosmin memiliki aroma khas 'tanah basah' yang sangat kuat dan identik dengan aroma petrichor.Selain geosmin, minyak esensial yang dikeluarkan oleh tumbuhan selama musim kemarau juga berperan penting.

Minyak ini terserap oleh tanah dan batuan, kemudian dilepaskan ke udara saat hujan turun. Terpene, senyawa organik volatil lainnya yang dihasilkan oleh beberapa tumbuhan, juga berkontribusi pada aroma petrichor yang kompleks.

Aroma ini semakin diperkaya jika hujan disertai petir, karena ozon yang terbentuk turut menambah kompleksitas aroma tersebut.

Proses Terbentuknya Aroma Petrichor

Proses pelepasan aroma petrichor terjadi ketika tetesan hujan mengenai tanah yang berpori. Tetesan air yang jatuh menciptakan gelembung-gelembung udara kecil di dalam pori-pori tanah.

Gelembung-gelembung ini, yang mengandung geosmin, minyak esensial, dan terpene, kemudian naik ke permukaan dan melepaskan isinya ke udara.

Inilah sebabnya mengapa aroma petrichor lebih kuat terasa saat hujan gerimis, karena hujan gerimis cenderung menghasilkan lebih banyak aerosol yang membawa aroma tersebut.

Mengapa Petrichor Membuat Kita Merasa Tenang?

Banyak orang merasa tenang dan nyaman saat mencium aroma petrichor. Hal ini mungkin terkait dengan ingatan dan emosi yang ditimbulkan oleh aroma tersebut.

Hujan sering dikaitkan dengan kenangan masa lalu dan perasaan nostalgia, sehingga aroma petrichor dapat memicu perasaan tersebut.

Beberapa ilmuwan bahkan berteori bahwa kecenderungan manusia menyukai aroma hujan mungkin terkait dengan ketergantungan nenek moyang kita pada musim hujan untuk bertahan hidup. Aroma hujan menjadi pertanda kehidupan dan keberlangsungan hidup.

Rekomendasi