Cara Negosiasi dengan Hacker Jika Diminta Uang Tebusan setelah Data Dicuri

Berikut adalah cara melakukan negosiasi dengan kelompok hacker saat diminta uang tebusan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Cara Negosiasi dengan Hacker Jika Diminta Uang Tebusan setelah Data Dicuri
Ilustrasi topeng hacker. ©2022 Merdeka.com

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menyebut, ada seni bernegosiasi dengan hacker jika data-data penting dicuri. Dalam kasus ini adalah data-data penting konsumen perusahaan.

Menurutnya, berhadapan dengan hacker tak bisa sembarangan. Mereka sudah berpengalaman dan mahir bernegosiasi. Oleh karena itu, sisi komunikasi baik secara visual maupun teks harus benar-benar dijaga.

"Siapa yang lebih membutuhkan dan dalam posisi lebih terpojok akan berada dalam posisi tawar lebih rendah," kata Alfons kepada Merdeka.com, Selasa (23/5).

Terlepas dari pelaku ransomware ini melakukan tindakan yang melanggar hukum dengan mengakses dan menyandera data.

"Jika Anda salah memposisikan diri dan kurang baik dalam bernegosiasi kemungkinan besar harus membayar mahal untuk kegagalan dalam bernegosiasi," ujar dia.

Ia mencoba mengurai dengan menganalisa tangkapan layar yang beredar di masyarakat hasil chat negosiasi hacker Lockbit dengan salah satu korbannya yakni sebuah bank syariah.

Kelompok hacker Lockbit ini mengklaim berhasil meretas sistem bank tersebut dengan menggondol data-data penting. Sebagai konsekuensinya, mereka meminta imbalan.

Menurutnya, ada banyak hal yang salah dilakukan pihak korban dalam melakukan proses negosiasi. Berikut hal-hal yang menjadi catatan, kata Alfons, kala bernegosiasi dengan kelompok hacker.

Perhatikan profil picture
Seringnya hacker berkomunikasi dengan korban menggunakan chat. Ada ruang khusus untuk bisa ‘say hello’ dengan mereka.

Alfons mewanti-wanti, jangan pernah menggunakan profil picture yang menggoda hacker. Dalam kasus ini, diduga korban menggunakan profil picture bergambar dollar. Kesan yang diterima hacker dengan profil picture itu adalah si korban memiliki banyak duit.

"Apakah ketidak sengajaan, ketidak tahuan atau mau menyindir administrator Lockbit yang membutuhkan uang. Admin Lockbit dalam hal ini menggunakan PP Anonymous. Tapi kesan yang diberikan adalah ini PP akun gambar US Dolar, seperti ingin memberitahukan bahwa ‘aku punya uang’," kata dia.

Sopan dalam berkomunikasi
Menurut Alfons, sopan dalam berkomunikasi adalah kata kunci dari proses negosiasi. Meskipun hacker berbuat jahat, namun harus bisa mengendalikan diri dalam komunikasi. Alfons memandang proses komunikasi antara korban dan hacker, nampak tak sopan.

Dalam sebuah tangkapan layar, pihak korban tak memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Ia cenderung memaksa hacker untuk membuktikan barang curiannya benar.

"Komunikasi kurang sopan, tidak memperkenalkan diri. Langsung tembak: "give me proof that you have comptomised us”. Bahkan pihak peretas yang malah lebih sopan menyapa dengan: "Hello". Jika Anda dalam posisi admin Lockbit ini tentunya sudah menimbulkan rasa tidak suka kepada lawan chat Anda," ujar Alfons.

Jangan pernah menggunakan gaya bahasa menggurui
Alfons berujar jika kita dalam posisi lebih lemah, salah besar menempatkan posisi dengan menggurui si hacker. Berikan sedikit penghargaan kepada lawan negosiasi guna mendapatkan empati jika ingin mendapatkan hasil akhir negosiasi yang baik. Jangan justru sebaliknya.

Lantas, apakah dengan proses komunikasi dalam bernegosiasi yang baik akan selalu berakhir manis?

Alfons menjawab ada. Kata dia, ada salah satu kasus ransomware yang berhasil mengenkripsi data server korbannya yang merupakan organisasi nirlaba. Berbekal pendekatan, komunikasi yang baik dan sopan, akhirnya pembuat ransomware berbaik hati memberikan kunci dekripsi kepada korban ransomware.

"Dan bahkan memberikan tips mengamankan datanya," ungkap dia.

Rekomendasi