Bank Digital Bank Neo Commerce Incar 15 Juta Nasabah Baru Tahun Depan

Sebagai bank digital, Bank Neo Commerce menargetkan memiliki 15 juta nasabah baru pada tahun depan (2022). Alhasil, total nasabah bank digital dengan nama BNC ini akan mencapai 28 juta nasabah.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Bank Digital Bank Neo Commerce Incar 15 Juta Nasabah Baru Tahun Depan
Paparan publik Bank Neo Commerce pada 29 Desember 2021. ©2021 Merdeka.com

Sebagai bank digital, Bank Neo Commerce menargetkan memiliki 15 juta nasabah baru pada tahun depan (2022). Alhasil, total nasabah bank digital dengan nama BNC ini akan mencapai 28 juta nasabah.

"Pertumbuhan nasabah ini didorong ekosistem digital dan inovasi berkelanjutan yang kami lakukan pada tahun depan. Pertama, Digital Financial Services yang fokus pada payment & transaction menggynakan metode QRIS. Kedua, digital Financial Social yang memungkinkan interaksi antar nasabah BNC sekaligus menjadi pelopor gamification di aplikasi digital dan ketiga, Digital Financial Connector yang lebih banyak ke arah B2C, connecting antara bisnis dan kustomer," ujar Tjandra Gunawan, Direktur Utama Bank Neo Commerce, dalam keterangan pers usai paparan publik, kemarin (29/12).

Tjandra menjelaskan, langkah strategis terdekat BNC adalah meluncurkan layanan digital lending di ekosistem digitalnya pada pertengahan Januari 2022 di aplikasi neobank. Selanjutnya, BNC juga akan kembali menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue melalui penawaran umum terbatas (PUT) VI.

Dalam aksi keuangan ini, perseroan menargetkan mendapatkan dana segar Rp 5 triliun, dobel dari HMETD V pada Desember 2021. HMETD ke-6 ini akan dilakukan pada kuartal I 2022.

"Dari target dana Rp 5 triliun itu, 50-60 persen akan digunakan investasi di teknologi. Bank digital adalah perusahaan tech-bank atau teknologi bank. Sebagai bank digital, BNC harus investasi ke teknologi seperti soal keamanan transaksinya, kecepatan dalam bertransaksi, kenyamanan aplikasi bank digital bila digunakan oleh jutaan nasabahnya secara bersamaan, dan sebagainya. Maka itu, fokus kami setelah berkomitmen bertransformasi menjadi bank digital adalah investasi di bidang teknologi," katanya.

Setelah investasi ke teknologi, lanjut dia, sekitar 30-40 persen dana digunakan untuk operasional dan sisi sumber daya manusia supaya SDM kami selalu mengikuti perkembangan teknologi terkini. Maka itu, kami akan banyak melakukan pelatihan-pelatihan supaya menjadi bank digital terdepan di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2021, aset BNC tercatat naik signifikan, yaitu 49,16 persen menjadi Rp 8,8 triliun dibandingkan Desember 2020. Dari sisi perolehan Dana Pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 69,3 persen menjadi Rp 6,67 triliun.

Sebagai catatan, beban pemasaran perusahaan meningkat drastis 1.346 persen seiring kenaikan jumlah nasabah Bank Neo Commerce. Per kuartal III tahun ini, rasio non performing loan (gross) terhadap total kredit bersih bank turun menjadi 4,36 persen dari 4,74 persen. Adapun, Loan to Funding Ratio (LFR) menjadi 57,5 persen dibandingkan September 2020 yang 96,7 persen.

Rekomendasi