Tak Beri Earphone Dalam Kotak iPhone, Penjualan TWS Meroket

Tak Beri Earphone Dalam Kotak iPhone, Penjualan TWS Meroket

Indra Cahya
Oleh Indra Cahya - Reporter
Tak Beri Earphone Dalam Kotak iPhone, Penjualan TWS Meroket
AirPods Pro. ©2019 Apple

iPhone 12 series terbaru adalah pernagkat iPhone pertama yang tidak menyertakan earphone juga adaptor charger dalam kotak. Hal ini merupakan langkah Apple untuk mengurangi emisi karbon.

Hal ini jadi bulan-bulanan kompetitor, di mana Samsung, Xiaomi, OnePlus dan beberapa vendor lain 'mengejek' keputusan ini. Meski demikian, Apple ternyata justru beruntung karena keputusan ini. Tak cuma Apple, ternyata vendor TWS juga beruntung.

Melansir DigiTimes, Apple sudah merasakan keuntungan dari dihapuskannya EarPods dari kotak. Pasalnya, Beats yang merupakan anak perusahaan Apple, penjualannya membaik. Salah satu produknya yang baru rilis yakni Beats Flex disebut merengkuh momentum penjualan yang baik.

Dalam laporan tersebut juga disebut bahwa AirPods yang dari awal telah memegang 35 persen pangsa pasar TWS, bakal makin baik. Pasalnya puncak penjualan TWS adalah di kuartal ketiga, dan sejak awal tahun permintaan sudah menguat.

Dengan permintaan yang banyak di paruh kedua tahun 2020, ditambah pandemi, serta tidak adanya earphone dalam kotak, diharapkan kenaikan penjualan AirPods tahun ini akan meroket di atas 20 persen.

Sumber dari pasokan tersebut mengungkap bahwa vendor lain akhirnya mempertimbangkan untuk tidak menyertakan earphone dalam kotak. Pasalnya, tindakan ini ternyata menaikkan penjualan aksesoris tambahan mereka.

Berdasarkan laporan dari firma riset Canalys, penjualan TWS sendiri akan tumbuh 29 persen pada 2020 ini.

Berpotensi Untung Besar

Keputusan Apple untuk tidak lagi menyertakan adaptor atau kepala charger serta earbuds di dalam kotak iPhone 12, ternyata membuat Apple untung besar. Meski sebenarnya klaim ini adalah untuk penyelamatan lingkungan, menurut pakar, langkah ini lebih banyak menghemat uang Apple ketimbang menyelamatkan lingkungan.

Pernyataan awal muncul dari Angelo Zino yang merupakan analis industri senior di firma CFRA, yang dikutip Phone Arena. Ia menyebut bahwa meski ini adalah sebuah langkah ramah lingkungan yang wajib dilakukan perusahaan besar seperti Apple, pada dasarnya ini adalah tindakan penghematan budget. Hal ini dikarenakan iPhone mengalami transisi ke 5G yang komponennya lebih kompleks dan mahal.

Zino menyebut, komponene frekuensi radio iPhone 12 sudah menelan 30 hingga 35 persen biaya lebih mahal dari sebelumnya. Sehingga, membuang charger dan earbuds tentu tidak semata-mata soal lingkungan, meski soal lingkungan tetap punya andil besar dan membuang sedikit komponen hanya menaikkan sekitar 1 persen laba kotor.

Berdasarkan pernyataan dari Gene Munster yang merupakan mitra pengelola di firma Loup ventures, tidak disertakannya charger dan earphone mungkin punya dampak lingkungan besar, namun jika pengguna memutuskan untuk membeli baru dua aksesoris tersebut, Apple akan untung besar dan soal lingkungan kembali dipertanyakan.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018 saja, terdapat 217 juta unit AirPods terjual bersama iPhone, padalah dalam kotak sudah ada erbuds. Hal ini menambah keuntungan Apple hingga 700 juta Dollar (laba kotor) di tahun tersebut.

Bayangkan hal ini terjadi tanpa ada earphone di kotak. Mungkin penjualan justru naik, Apple untung besar. Hal ini terjadi sembari makin banyak potensi sampah di masa depan dan juga pengapalan produk yang hasilkan emisi.

Meski demikian, intensi Apple untuk peduli soal lingkungan layak diacungi jempol. Mungkin kritik yang bisa dilontarkan adalah edukasi lebih ke pengguna soal lingkungna.

Hal ini dikarenakan langkah Apple tidak menyertakan charger sangat mudah diartikan oleh pengguna sebagai arahan untuk beli secara terpisah. Jadi, alih-alih membeli charger dan earphone baru, Apple harusnya mendorong pemanfaatan perangkat yang sudah dimiliki, atau membeli charger 'preloved' milik kolega atau kerabat.

Rekomendasi