IndoXXI menyebutkan bahwa per 1 Januari 2020, situs web pembajakan film ini sudah tak beroperasi lagi. Pengumuman itu disampaikan melalui berbagai akun media sosial mereka. Mereka berdalih ditutupnya situs yang dikelolanya itu untuk kemajuan industri kreatif tanah air. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah memblokir situs-situs streaming illegal pada Juli 2019, termasuk IndoXXI.
"Selamat Tahun Baru 2020. Mulai hari ini situs kami sudah tidak bisa diakses kembali, begitupun dengan aplikasi IndoXXI lite. Terima kasih sudah menjadi pemirsa setia INDOXXI sampai saat ini, dukung selalu industry tanah air agar lebih maju untuk kedepannya. Salam, INDOXXI," tulis IndoXXI.
Meski begitu, menurut organisasi Video Coalition of Indonesia (VCI), masih ada sejumlah situs indoXXI yang tetap beroperasi dan menyediakan akses ke konten pembajakan film Indonesia dan internasional. Maka itu, VCI menyerukan tindakan yang lebih kuat dari pemerintah Indonesia.
Neil Gane, General Manager, Asia Video Industry Association (AVIA) dari Coalition Against Piracy (CAP) mengatakan, pembajakan pada skala seperti itu adalah kejahatan terorganisir, murni dan sederhana, dengan kelompok-kelompok kejahatan seperti indoXXI, membuat pendapatan ilegal yang substansial dari penyediaan konten yang dicuri.
"Dari sudut pandang konsumen mengakses konten pembajakan film juga penuh dengan risiko. Situs web pembajakan memiliki basis pengguna sukarela, dan semakin banyak digunakan sebagai umpan untuk mendistribusikan malware. Jenis malware yang tertanam dalam ekosistem pembajakan dapat mencakup malware berbahaya seperti trojan akses jarak jauh yang memungkinkan peretas untuk mengaktifkan dan merekam dari webcam perangkat tanpa korban sadari," katanya dalam siaran pers yang diterima Merdeka.com, Jumat (3/12).
Untuk melawan balik pembajakan online yang merajalela dan merusak negara, Video Coalition of Indonesia (VCI) telah bekerja sama dengan Kemkominfo untuk mengidentifikasi dan memblokir domain yang terkait dengan situs web pembajakan film. Sejak Juli tahun lalu, lebih dari 1.000 situs web pembajakan film dan domain aplikasi ilegal telah diblokir oleh Kemkominfo.
Anggota VCI yang tergabung dalam Coalition Against Piracy (CAP) antara lain AVIA, APFI, APROFI, GPBSI, Grup Emtek, Grup MNC, Grup Viva, Telkom Indonesia, Grup Cinema 21, CGV, Cinemaxx, HOOQ, iflix, Viu, GoPlay, Rewind, SuperSoccerTV dan Catchplay.
Advertisement
IndoXXI Situs Pembajakan Populer
Perusahaan web analisis trafik berbasis di Amerika Serikat (AS), Alexa, yang mengukur popularitas situs web, menempatkan indoXXI sebagai situs web paling populer ke 721 di dunia. IndoXXI juga masuk dalam peringkat 100 situs web terpopuler di Indonesia, Malaysia, Jepang, Singapura, Filipina, dan Taiwan.
Menyusul hasil survei di bulan Desember dari sebuah perusahaan riset yang ditunjuk oleh AVIA, YouGov, menemukan bahwa 63% orang Indonesia mengakses situs web pembajakan film, pemerintah Indonesia berjanji untuk mengidentifikasi dan menuntut mereka yang mengoperasikan situs web pembajakan film indoXXI kecuali mereka menghentikan operasinya.
"Kami bekerja sama dengan asosiasi video dan film untuk membasmi situs web pembajakan film. Ini seperti permainan kucing dan tikus. Tapi, bersama-sama dengan VCI, kami akan terus mengejar mereka," ujar Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA), Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan.
"Situs-situs ini berbahaya. Selain merugikan pemilik HKI, kami telah menemukan malware di beberapa situs yang diblokir," tambahnya.
Group indoXXI yang berbasis di Indonesia mengontrol sejumlah situs web pembajakan film dan aplikasi ilegal yang diakses secara global tetapi sangat populer di seluruh Asia Tenggara. Grup indoXXI terdaftar pada 2019 USTR Notorious Markets List pemerintah Amerika Serikat, yang mengidentifikasi situs web paling mengerikan di luar Amerika Serikat yang terlibat dan memfasilitasi pembajakan hak cipta atau pemalsuan merek dagang.
Perusahaan analisis trafik web yang berbasis di Amerika Serikat, Alexa, yang mengukur popularitas situs web, menempatkan indoXXI sebagai situs web paling populer ke 721 di dunia. Ini juga diperingkatkan dalam 100 situs web terpopuler di Indonesia, Malaysia, Jepang, Singapura, Filipina, dan Taiwan.