Dirjen APTIKA soal Chatbot Anti Hoaks: Baru Telegram, Lainnya Menyusul

Dirjen APTIKA soal Chatbot Anti Hoaks: Baru Telegram, Lainnya Menyusul

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dirjen APTIKA soal Chatbot Anti Hoaks: Baru Telegram, Lainnya Menyusul
Manajemen Tik Tok temui Menkominfo. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan layanan chatbot ini baru dapat dilakukan dalam layanan Telegram.

Di Telegram, pengguna bisa melakukan verifikasi informasi yang diragukan kebenarannya dengan melakukan chat ke ID @chatbotantihoaks.

"Baru dilakukan bersama Telegram," kata pria yang karib di sapa Semmy ini di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Jumat (12/4).

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa aplikasi perpesanan lainnya pun akan menyusul seperti WhatsApp, Line, dan lain sebagainya. Dia menargetkan tidak sampai 2 minggu lebih kerja sama dengan platform lain akan dilakukan.

"Kita harap segera karena mereka punya mekanisme sendiri. Seminggu dan 2 minggu harus bisa dilakukan," jelasnya.

Layanan chatbot ini Kemkominfo bekerja sama dengan Prosa.id. Prosa merupakan perusahaan teknologi berbasis artificial intelligence (AI). Data yang diolahnya itu berdasarkan data base dari Kemkominfo dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Layanan Chatbot Anti Hoaks adalah bagian dari upaya-upaya yang terus dilakukan Kemkominfo dalam memerangi hoaks. Sebelumnya, Kemkominfo melakukan kerja sama dengan WhatsApp melakukan pembatasan jumlah penerusan pesan dari sebelumnya 20 kali menjadi hanya 5 kali.

Rekomendasi