Kini media sosial yang sudah semakin banyak, tak hanya digunakan sebagai tempat menjalin pertemanan semata, melainkan juga untuk berpromosi. Bukan begitu? Boleh dibilang, Instagram, Facebook, Twitter, Path, dan sejenisnya, saat ini sudah sangat umum dipakai untuk mempromosikan barang dagangan atau jasa.
Tak sedikit pula yang memakai akun pribadi untuk promosi di media sosial. Nah, ternyata ada juga etika berpromosi di media sosial. Pasalnya, kalau terlalu gencar melakukan promosi, tentu tak baik pula, bukan tidak mungkin saat promosi yang dilakukan mengganggu, bisa-bisa Anda di unfriend oleh teman sendiri. Lalu, bagaimana agar hal itu tidak terjadi?
Berikut 5 tips cara promosi di media sosial yang dikutip dari buku 10 Kisah Jutawan dari Bisnis Online:
1. Buatkan akun khusus
Jejaring sosial © Merdeka.comIni diperlukan lantaran lingkaran pertemanan yang dibentuk akan berbeda. Kalau sudah soal bisnis, rasa pertemanan tentunya akan berbeda. Bila dipaksakan, maka Anda akan berisiko kehilangan teman yang tidak berminat dengan promosi yang dilakukan.
2. Gunakan foto orisinil
Ilustrasi memotret ©2016 Merdeka.comSebaiknya potretlah sendiri barang dagangan Anda. Meskipun, foto barang yang dijual sudah umum dilakukan oleh banyak orang. Pastinya Anda pun tak ingin dituduh sebagai pencuri Hak Cipta foto dari orang lain kan? Nah, itu yang dihindari. Maka, alangkah baiknya memotret sendiri dengan semenarik mungkin hingga pada akhirnya pembeli mau melihat barang dagangan Anda.
3. Hindari spam
Advertisement
Ilustrasi akun spam © Merdeka.com
Spam merupakan pesan virtual bertubi-tubi. Misalnya di Twitter. Pastinya kita pernah menjumpai akun yang tiba-tiba mention kita. Sebagai contoh, "Hai @RinaManis, mau produk tas keren dari kami, yuk follow dan cek link ini". Nah, ini contoh sebuah spam dan tentu sangat mengganggu.
4. Cerita menarik itu penting
Ilustrasi anak dan sosial media © Fastcompany
Dengan cerita menarik pasti akan mengundang konsumen untuk berhenti sebentar melihat dagangan Anda. Tak perlu bercerita panjang lebar. Sederhana saja, cukup Anda menceritakan produk Anda yang mampu menggoda mereka untuk melihat dagangan. Misalnya, menjual kopi di media sosial. Cukup dengan kalimat, "Secangkir kopi luwak ini mantap sekali!"
5. Fokuskan target
Ilustrasi anak dan sosial media © BelicosPastinya, pengguna media sosial terdiri atas banyak sekali lapisan mulai dari jenis kelamin, usia, profesi, dan lain sebagainya. Sesuaikanlah produk Anda dengan segmentasi tersebut. Jadi fokuskan terlebih dahulu siapa target yang akan disasar.
Advertisement