Tingkatkan kualitas layanan, XL incar dua blok di frekuensi 2100 MHz

Jika bisa mendapatkan kedua blok tersebut, XL bisa menghadirkan layanan 4G secara maksimal

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tingkatkan kualitas layanan, XL incar dua blok di frekuensi 2100 MHz
XL. ©2015 Merdeka.com

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk (XL), Dian Siswarini, menyatakan keinginannya untuk mendapatkan blok kanal 11 dan 12 di frekuensi 2.100 MHz. Sebagai informasi, blok 11 dan 12 di frekuensi tersebut adalah warisan Axis setelah merger dengan XL sebesar 10 MHz.

"Kalau dibilang tertarik, kita ya tertarik. Tapi kan, belum tahu mekanismenya, apakah itu lelang atau beauty contest. Semua ditentukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) selaku pemerintah," ujarnya saat ditemui setelah acara komersialisasi 4G LTE di Jakarta, Selasa (17/11).

Ketertarikannya ini, bukan tanpa sebab. Pasalnya, dengan banyaknya spektrum yang dimiliki oleh operator, maka berujung juga pada layanan yang berkualitas bagi para pelanggannya.

"Spektrum itu menentukan kapasitas. Semakin banyak spektrum, investasi yang diperlukan untuk kapasitas pun lebih rendah," ujarnya.

Dian pun berencana, jika bisa mendapatkan kedua blok tersebut, maka pihaknya juga bisa melakukan penerapan teknologi carrier agregation (CA) atau penggabungan frekuensi yang mampu menyediakan layanan 4G secara optimal. Sekadar informasi, XL saat ini memiliki lebar pita 22,5 MHz di frekuensi 1.800 MHz, 15 MHz di 2.100 MHz, dan 7,5 MHz di 900 MHz.

Meskipun begitu, jika pihaknya tak memenangkan tender untuk kedua blok tersebut, tak menjadi masalah. Toh, kata dia, XL masih memiliki frekuensi cukup untuk menggelar jaringan 4G.

"Memang teknologi carrier agregation bagus utuk 4G-LTE. Namun, ekosistem handset yang mendukung carrier agregation belum banyak, hanya 5 persen dari total handset yang ada," ujar Dian.

Rekomendasi