Apple akhirnya mengumumkan produk smartwatch Apple Watch terbaru yang telah lama dispekulasikan. Dengan desain berbentuk kotak dengan tali yang dapat dikostumasi, Apple Watch dilengkapi dengan interface yang user-friendly untuk mengakses aplikasi standar, mengecek kesehatan pengguna, menggunakan sistem pembayaran wireless Apple Pay terbaru dan tentunya, menunjukkan waktu. Dengan tiga varian yang tersedia, Watch, Sport, dan Edition, Apple tentunya mencoba menawarkan keistimewaan bagi penggunanya. Akankah orang Asia menggunakan teknologi ini meskipun akan dirilis awal 2015 mendatang? Apple jelas telah melakukan banyak penelitian dan perkembangan untuk ditanamkan dalam jam ini. Harganya yang relatif mahal, mulai dari USD 349 (Rp 4,1 juta), sudah cukup untuk menjadi indikasi. Dengan harga tersebut, Apple Watch mungkin akan membuat orang tertarik, mengingat rilisan terbaru Samsung Gear S akan diluncurkan dengan harga sekitar USD 385 (Rp 4,5 juta). Apple Watch membutuhkan perangkat iPhone untuk dapat dioperasikan, membuat harganya semakin kelihatan mahal. Duo iPhone yang baru diluncurkan, iPhone 6 dengan layar 4,7 inci dan iPhone 6 Plus dengan layar 5,5 inci, yang mulai dijual dengan harga USD 199 (Rp 2,3 juta) dan USD 299 (Rp 3,4 juta). Harga tersebut di-bundling dengan paket bulanan selama dua tahun. Pengguna baru yang belum memiliki iPhone harus merogoh kocek minimal USD 550 (Rp 6,5 juta) untuk mendapatkan Apple Watch. Gear S, sebaliknya, tidak membutuhkan pembelian smartphone Samsung untuk beroperasi. Smartwatch Gear S akan dirilis pada bulan Oktober dan perangkat ini dapat menerima telepon maupun menelepon secara langsung. Ekosistem Apple memang tidak terelakkan loyalitasnya. Cara mereka 'mengharuskan' konsumen untuk membeli rangkaian produknya iPod, iPhone, Mac, App Store, iTunes Store, dan Apple TV membuat iri para produsen lain. Meski demikian, Apple Watch mungkin langkah yang terlalu jauh bagi perusahaan ini.Saat iPhone telah dirilis, perangkat ini dicemooh sebagai mainan bagi orang-orang kaya. Dengan banderol harga USD 499, perangkat ini tampak sangat mahal. Meskipun iPhone merupakan perangkat yang belum ada bandingannya pada saat itu dan menawarkan keunikan yang bernilai tinggi, Apple terpaksa segera menurunkan harganya. iPhone generasi selanjutnya dijual dengan harga lebih merakyat, yakni USD 199. Apple Watch bukan smartwatch pertama yang hadir. Setelah review dari pengguna bermunculan, kita akan segera tahu apakah janji Apple yang menyatakan bahwa teknologi dan user experience adalah segalanya terbukti. Namun, untuk saat ini, Apple Watch hanyalah sebuah pilihan di antara banyaknya smartwatch yang telah diciptakan oleh Samsung, Xiaomi, Casio, Sony dan yang lainnya.Anyway, siapa yang akan membeli smartwatch Apple? Korea telah dikuasai Samsung. Konsumen di Jepang menunjukkan penurunan pendapatan per kapita. Ekonomi di Singapura dan Hong Kong telah memiliki kekuatan, namun tidak bagi populasinya. Dan dengan harga yang ditawarkan, USD 550 (Rp 6,5 juta), akan sangat sulit mendapat konsumen yang tepat di negara-negara Asia Tenggara yang ekonominya masih berkembang. Dengan kompetitor yang menawarkan produk murah, yakni Samsung dan Xiaomi, Apple tidak memiliki cukup gigi untuk menggigit konsumen di Asia. Apple Watch meski menawarkan teknologi mutakhir, sepertinya tidak akan memberi efek menakjubkan seperti peluncuran iPhone.Artikel ini pertama kali muncul di Tech in Asia Indonesia.
Dapatkah Apple iWatch laris manis di Asia?
iWatch meski menawarkan teknologi mutakhir, sepertinya tidak akan membuat orang tertarik, menurut analis.
Advertisement
Rekomendasi