Sebelum memasuki masa reformasi, kebebasan berpendapat di tempat umum begitu sulit untuk didapatkan. Setelah memasuki era demokrasi dan pesatnya perkembangan teknologi, masyarakat Indonesia seperti mendapat angin segar untuk berpendapat secara bebas.
Sayangnya kebebasan berpendapat tersebut disalah gunakan oleh sekelompok orang. Sosial media yang seharunya menjadi sarana positif untuk mengungkapkan pendapat dan curahan hati malah menjadi ajang untuk melakukan cyberbullying.
Di Indonesia sendiri, sudah banyak warga yang menjadi korban cyberbullying. Jika di Amerika atau di negara lain yang menjadi korban adalah para remaja, di Indonesia yang menjadi korban adalah tokoh masyarakat atau artis yang melakukan kesalahan.
Tanpa toleransi pelaku cyberbullying akan habis-habisan mencaci korbannya, baik melalui Twitter maupun Facebook. Salah satu contohnya adalah ketika berita perselingkuhan antara mantan pejabat Departemen Perhubungan dengan reporter televisi sedang hangat dibicarakan.
Mereka mendapat berbagai macam hujatan melalui Facebook. Seseorang memberi komentar, “Kok ya mau-maunya mau sama pria tampang begitu?” Lalu, yang lain menambahkan, ”Tujuannya uanglah pasti, apa lagi?”.
Contoh lain adalah ketika adanya berita penutupan sanggar senam milik Venna Melinda, muncul berbagai komentar bernada melecehkan artis sekaligus anggota dewan tersebut. Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya menerima komentar-komentar miring bernada melecehkan seperti itu?
Dampak cyberbullying terburuk adalah seperti yang dialami Yoga Cahyadi. Pria asal Yogyakarta ini melakukan tindakan nekat dengan menabrakkan diri ke kereta api pada Sabtu 26 Mei 2013. Pria yang akrab disapa Bobby ini melakukan tindakan nekat tersebut karena tekanan dan hujatan akibat gagalnya acara musik Locstock Fest 2.
Sebagai ketua Event Organizer acara tersebut, Yoga dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas gagalnya acara tersebut. Dia menerima berbagai cacian di akun Twitter miliknya. Dalam kicauan terakhirnya, Yoga menuliskan "Trimakasih atas sgala caci maki @locstockfest2..ini gerakan..gerakan menuju Tuhan..salam".
Ironisnya, banyak para pengguna jejaring sosial yang menganggap cyberbullying sebagai tindakan yang menyenangkan. Akankah tetap menjadi menyenangkan jika Anda, atau orang terdekat Anda yang menjadi korban?