Pria Ini Bayar Rp 224 Juta Demi Perbesar Penis tanpa Operasi, Hasilnya Mengecewakan

Umumnya memperbesar penis dilakukan melalui proses operasi. Tapi ini tidak. Ia hanya menggunakan sebuah implan.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Pria Ini Bayar Rp 224 Juta Demi Perbesar Penis tanpa Operasi, Hasilnya Mengecewakan
Pria Ini Bayar Rp 224 Juta Demi Perbesar Penis tanpa Operasi, Hasilnya Mengecewakan (Merdeka.com)

Bagi sebagian pria ukuran penis terkadang menjadi sumber rasa tidak nyaman jika tak sesuai harapan. Opsi di zaman sekarang, banyak orang beralih ke operasi. Berupaya untuk ‘memperbaiki’ rasa tidak nyaman yang mereka miliki.

Sayangnya, langkah itu justru menimbulkan konsekuensi yang buruk.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Nah, Ahli Urologi Beverly Hills, James Elist membuat terobosan baru tanpa penggunanya harus melakukan operasi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Terobosan itu yakni menggunakan implan silikon. Implan itu berbentuk seperti roti hotdog.

Implan itu dimasukkan di bawah kulit penis untuk menambah panjang dan ketebalan yang lentur. Terobosannya itu sudah disertifikasi oleh lembaga Food and Drug Administration (FDA) pada 2004.

Sayangnya, seperti dilaporkan Indy100, Kamis (29/6), terobosannya itu muncul respons negatif dari para pemakainya.

Seorang pria bernama Mick, mengungkapkan bahwa penisnya benar-benar mati rasa setelah menggunakan alat buatan Elist. Namun Elist selalu berpendapat jika hal itu hanya untuk sementara. Seiring waktu akan kembali seperti sediakala.

Kejadian ini tidak hanya terjadi pada Mick. Seorang pria bernama Jackson juga mengalami hal serupa. Ia mendapatkan implant tersebut secara gratis setelah memenangkan kompetisi. Setelah digunakan, implan itu justru rusak dan menembus kulit kemaluannya. Dampaknya adalah infeksi. Beberapa pasien yang lain juga begitu. Tak heran pria yang telah menjadi ‘korban’ implant memutuskan untuk tidak lagi menggunakan implant tersebut.

Perlu diketahui, untuk bisa menjajal implan penis, orang-orang harus rela merogoh kocek USD15.000 atau Rp 224 jutaan.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ahli urologi dari London, Gordon Muir, mengatakan, sebagian besar pasien yang menggunakan implant pada dasarnya tidak memiliki masalah pada fisik penisnya. Hanya saja, mereka tak percaya diri dan ingin membesarkannya.

“Sebagian besar orang tidak memiliki masalah fisik sama sekali. Tetapi, pada akhirnya mereka ikut-ikutan menggunakan implan. Ini justru malah lebih berbahaya,”

Ungkap Ahli urologi dari London, Gordon Muir

Seorang juru bicara Penuma – alat implant besutan Elist, mengatakan Dr. Elist adalah seorang ahli bedah dan penemu yang sangat terampil dan terkenal di dunia yang memelopori implan Penuma dan prosedur peningkatan penis. "Ribuan pria telah melakukan perjalanan dari seluruh dunia ke klinik Beverly Hills miliknya untuk menjalani operasi," kata dia tanpa menjawab pertanyaan lebih mendalam dari Indy100.

Rekomendasi