Polisi Telanjang Terekam Kamera Street View Google, Marah dan Menang Gugatan Dapat Ganti Rugi Rp225 Juta

Pengadilan memutuskan polisi itu menang gugatan terhadap Google.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Polisi Telanjang Terekam Kamera Street View Google, Marah dan Menang Gugatan Dapat Ganti Rugi Rp225 Juta
Polisi Telanjang Terekam Kamera Street View Google, Marah dan Menang Gugatan Dapat Ganti Rugi Rp225 Juta (REUTERS/Fabrizio Bensch)

Seorang pria di Argentina memenangkan gugatan hukum melawan Google setelah dirinya difoto dalam keadaan telanjang di halaman rumah sendiri dan muncul di Google Street View.

Pria yang belakangan diketahui sebagai seorang polisi itu menerima kompensasi sebesar 16 juta peso Argentina atau sekitar Rp225 juta (1 Euro/Rp18.798) atas kejadian yang memalukannya itu.

Mengutip OddityCentral, Kamis (31/7), kasus ini bermula pada tahun 2017, ketika mobil Street View milik Google melintasi kota kecil Bragado, sekitar 200 km dari Buenos Aires. Pada saat itu, pria tersebut sedang berada di halaman rumahnya tanpa busana.

Kamera otomatis Street View menangkap tubuhnya dari belakang, menampilkan bagian bokong secara jelas. Meski wajahnya diburamkan, alamat rumah terlihat jelas, membuatnya mudah dikenali warga setempat.

Akibat unggahan tersebut, sang polisi menjadi bahan tertawaan di lingkungan kerja dan tempat tinggalnya. Ia kemudian menggugat Google atas pelanggaran privasi dan martabat pribadi.

Awalnya, pengadilan tingkat pertama menolak gugatan tersebut. Hakim menyalahkan pria itu karena dinilai berjalan dalam kondisi tidak pantas di halaman rumahnya.

Namun pada tingkat banding, Kamar Banding Sipil Nasional Buenos Aires memutuskan sebaliknya dan menyatakan bahwa Google telah melanggar hak privasi penggugat dengan mengizinkan informasi yang mengarah pada identitasnya tetap ditampilkan.

Pengacara Google sempat berdalih bahwa pagar rumah sang korban terlalu rendah untuk melindungi privasinya. Namun hasil investigasi menunjukkan bahwa dinding setinggi 1,8 meter tersebut cukup tinggi untuk menutupi pandangan dari jalan, sehingga argumen Google tidak diterima.

Dalam putusannya, pengadilan menyebut, “Tak seorang pun ingin terlihat dunia seperti saat ia diciptakan Tuhan.” Pengadilan juga menekankan bahwa Google semestinya menjalankan kebijakan perlindungan privasi, seperti memburamkan wajah, pelat nomor, dan informasi yang dapat mengungkap identitas, termasuk nomor rumah.

Dengan putusan ini, Google Argentina dan Google Inc. diwajibkan membayar ganti rugi kepada korban atas kerugian emosional dan kerusakan nama baik yang dialaminya selama bertahun-tahun.

Rekomendasi