Mengapa Bulu Manusia Tumbuhnya Tidak Rata di Semua Tempat?

Kamis, 26 Maret 2020 16:05 Reporter : Indra Cahya
Mengapa Bulu Manusia Tumbuhnya Tidak Rata di Semua Tempat? Ilustrasi manusia berbulu. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat ini manusia berada pada zaman di mana berbulu bukanlah hal yang menarik. Berbagai produk yang dijual di apotek seperti krim cukur, hingga produk waxing, bertujuan untuk 'menggunduli' bagian-bagian tertentu di tubuh.

Manusia sebenarnya adalah makhluk yang luar biasa, karena mereka mempunyai sangat sedikit bulu. Menurut ahli biologi evolusi, nenek moyang kita yang merupakan Homo sapiens, memiliki bulu yang menutupi seluruh tubuh.

Dibandingkan Homo sapiens zaman sekarang, kita tentu telanjang. Hal ini terjadi karena banyak hal, mulai dari sistem metabolisme, bagaimana manusia berkembang biak, serta perubahan iklim.

Menurut para ilmuwan, sekitar tiga juta tahun yang lalu di mana periode awal manusia hidup di daerah Afrika Tengah, Bumi mengalami periode pendinginan global. Hal ini membuat manusia di era tersebut bahkan memiliki bulu lebat di wajah.

Tak ada hutan di area tersebut, hanya ada savana di mana nenek moyang manusia berburu di malam hari.

Ketika era dingin perlahan berlalu dan temperatur mulai panas, mereka yang bertahan tentu adalah mereka yang mampu berkeringat lebih efektif. Sehingga, evolusi lagi-lagi membuat manusia kehilangan bulu.

Baca Selanjutnya: Dua hal yang merupakan perubahan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini