Fakta-fakta Menarik Game Tetris, Salah Satunya Pernah Buat Soviet Marah
Merdeka.com - Tetris adalah permainan jadul yang sangat populer sekitar tahun 1980-an dan 1990-an, bahkan hingga hari ini. Berbeda dengan game pada umumnya yang memiliki desain gambar mewah, namun Tetris hanya mengandalkan karakter yang sederhana dan mudah diingat banyak orang.
Permainannya pun tidak begitu rumit. Hanya perlu memutar potongan teka teki berbentuk balok pada layar untuk membuat satu garis secara penuh baik horizontal atau vertikal. Semakin banyak garis penuh yang berhasil dihilangkan, maka nilai yang diperoleh akan semakin tinggi. Sangat mudah, dan tidak ada batas waktu.
Fakta unik dari Tetris adalah yang permainannya tidak rumit itu, ternyata mengandung cerita dibaliknya. Mulai dari pemberian nama yang memiliki arti unik hingga perebutan lisensi game.
Dilansir dari Live Science, Jumat (9/6), dalam novel grafis nonfiksi berjudul "Tetris: The Games People Play", penulis dan ilustrator, Box Brown, menyatukan potongan-potongan teka-teki di balik sejarah game ‘Tetris’.
Pemilihan NamaSiapa yang sangka bahwa ada arti unik dibalik nama Tetris. Game ini adalah kreasi seorang insinyur perangkat lunak pencinta teka-teki bernama Alexey Pajitnov, yang bekerja untuk Pusat Komputasi Dorodnitsyn dari Akademi Ilmu Pengetahuan Soviet. Pada tahun 1984, ia menciptakan "Tetris" hanya untuk bersenang-senang, bukan untuk komersial.
Pajitnov membuat Tetris yang terinspirasi dari game puzzle "pentomino," di mana game ini berisi potongan bentuk kayu berbeda dirakit dalam sebuah kotak. Dari sana ia membayangkan bentuk seperti itu jatuh dari atas dan mulai membuat game versinya sendiri dengan mengadaptasi bentuk menjadi masing-masing empat kotak.
Nama Tetris, dia ambil dari menggabungkan kata Latin "tetra" yang adalah "empat," untuk setiap empat kotak dari potongan teka-teki, dan "tenis," permainan favorit Pajitnov.
Tetris Keluar MoskowKetika Pajitnov mulai berbagi permainan dengan rekan kerjanya, mereka mulai dan terus memainkan game itu. Para pemain awal game ini menyalin dan membagikan "Tetris" pada floppy disk, dan permainan dengan cepat menyebar ke seluruh Moskow.
Ketika Pajitnov mengirim salinan ke seorang kolega di Hongaria, itu berakhir dipajang dalam pameran perangkat lunak di Institut Teknologi Hongaria, di mana itu menjadi perhatian Robert Stein, pemilik Andromeda Software Ltd,.
Stein segera mencari Pajitnov di Moskow, tetapi pada akhirnya nasib permainan terletak di tangan agensi Soviet baru, Elektronorgtechnica (Elorg), yang dibuat untuk mengawasi distribusi asing perangkat lunak buatan Soviet.
Hingga akhirnya, Elorg melisensikan permainan itu kepada Stein, yang kemudian melisensikannya ke distributor di AS dan Inggris. Membuat game ini menjadi perangkat lunak pertama yang dibuat di Uni Soviet yang dijual di Amerika.
Pertengkaran LisensiPerjanjian Stein dengan Elorg mencakup lisensi Tetris yang hanya untuk komputer pribadi, bukan mesin yang dioperasikan dengan koin atau perangkat genggam.
Tetapi tanpa pengetahuan Elorg, Stein melakukan lisensi dengan distributor Inggris Mirrorsoft dan mengatakan bahwa kedepannya, Tetris bisa dioperasikan pada perangkat genggam. Hingga Mirrorsoft melanjutkan kesepakatan lisensi dengan perusahaan game Atari dan Sega di Jepang untuk bentuk arcade dan konsol home-gaming.
Perjanjian ini akhirnya diketahui Elorg, saat Henk Rogers dari BulletProof Software, yang juga menyaksikan perjanjian lisensi Tetris di Jepang, bertemu dengan salah satu pejabat Elorg di Moskow. Mereka membahas tentang lisensi Tetris yang akan masuk ke sistem hiburan perangkat genggam Nintendo lewat perangkat Game Boy.
Soviet marah, tetapi Rogers meyakinkan bahwa itu akan sangat menguntungkan. Pada akhirnya Elorg setuju bahwa Rogers dapat mengamankan hak genggam Tetris untuk Nintendo. Menjadikan setiap Game Boy yang dijual Nintendo memiliki salinan game Tetris.
Tetris Mengubah Kehidupan PenciptanyaTahun 1996, ketika Elorg dibubarkan, Rogers kembali ke Moskow untuk mengembalikan kepemilikan permainan Tetris kepada orang yang menciptakannya, Pajitnov. Dalam prosesnya, "Tetris" secara tidak sadar mengambil kehidupan Pajitnov dan menjadi bagian dari dirinya.
Seperti dalam novel "Tetris: The Games People Play", Brown melihat bahwa ini adalah hubungan umum antara seniman dan karyanya. "Kamu membuat sesuatu untuk orang lain, dan itu menjadi populer. Begitu keluar ke dunia, itu dapat didefinisikan ulang oleh orang lain dan menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda. Inilah yang terjadi pada Tetris," tulis Brown.
Reporter magang: Safira Tiur Margaretha
(mdk/faz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya