Dengan hadirnya ponsel dan akses mudah ke siaran digital, sudah tidak ada lagi masa-masa mengutak-atik radio. Tak jarang akan terkejut ketika secara tidak sengaja beralih dari FM ke AM. Namun apa sebenarnya perbedaan keduanya?
Mengutip IFLScience, Jumat (26/7), untuk memahami perbedaan antara AM dan FM, pertama-tama penting untuk mengetahui bagaimana cara kerja stasiun radio. Stasiun dimulai dengan sinyal pembawa, dan gelombang elektromagnetik radio yang memiliki frekuensi dan amplitudo konstan.
Saat mereka memutar lagu atau presenter membacakan ramalan cuaca, misalnya, informasi tersebut dikodekan ke dalam gelombang pembawa dengan mengubah variabel-variabel tersebut.
Sinyal campuran baru ini kemudian dikirim oleh pemancar besar yang biasanya dilihat terpasang pada stasiun radio. Kemudian ditangkap oleh penerima di radio yang menerjemahkan informasi tersebut menggunakan demodulator dan mengubahnya menjadi gelombang suara.
Advertisement
Lalu, apa perbedaannya?
AM adalah singkatan dari Amplitudo Modulation atau modulasi amplitudo, yang memberi petunjuk tentang cara kerjanya. Amplitudo adalah ketinggian gelombang dan untuk stasiun yang menggunakan siaran AM, mereka mengubah amplitudo gelombang pembawa untuk menyandikan informasi.
Metode ini dimulai pada tahun 1870-an, yaitu saat pertama kali menemukan bahwa informasi dalam bentuk produksi audio dapat disiarkan dalam jarak jauh melalui gelombang radio. Sementara FM adalah singkatan dari Frequency Modulation atau modulasi frekuensi.
FM dari sisi teknis menggunakan metode modulasi lain yang relatif lebih baru di mana gelombang pembawa dimodifikasi secara proporsional sesuai dengan sinyal masukan.
Baik AM maupun FM masih digunakan hingga saat ini, namun mana yang lebih? AM memiliki satu masalah yang cukup signifikan yang dapat menghalangi orang untuk menggunakannya.
Banyak sumber lain yang menghasilkan gelombang radio serupa dengan AM, seperti kabel listrik, petir, dan bahkan Matahari. Gelombang dapat saling mengganggu dan dalam hal ini, sumber lain dapat mengganggu sinyal pembawa dan juga memodulasi amplitudonya.
Akibat dari hal ini adalah radio mengeluarkan banyak listrik statis. Namun, mendengarkan stasiun radio FM cenderung memberikan pengalaman yang jauh lebih tajam; karena informasi dikodekan oleh perubahan frekuensi.
Satu aspek yang tidak diragukan lagi paling relevan bagi pengguna, yaitu kualitas suara transmisi, adalah FM yang jelas mengalahkan AM. Maka tidak heran semua stasiun radio mengandalkan FM untuk menjalankan bisnisnya.