Bisnis Koran di Era Digital

  • CEK FAKTA: Hoaks KPK Mengeluarkan Surat Kabar
    Cek Fakta
    CEK FAKTA: Hoaks KPK Mengeluarkan Surat Kabar

    Pihak KPK mengeluarkan surat kabar mencantumkan nama KPK adalah hoaks. KPK tidak mengeluarkan koran berlogo KPK. Meski begitu, surat kabar berlogo KPK memang beredar di Jakarta

  • Para Pekerja Loper Koran yang di Ujung Tanduk
    Travel
    Para Pekerja Loper Koran yang di Ujung Tanduk

    Dulu, para pekerja loper koran dikejar dan dinanti para pembaca. Menjadi garda depan distribusi sarana informasi. Perkembangan teknologi informasi mengganti kebiasaan masyarakat membaca dari media cetak ke media online. Alhasil dari tahun ke tahun, pembaca koran menurun drastis.

  • Setelah 72 tahun, Harian Bernas berhenti cetak
    News
    Setelah 72 tahun, Harian Bernas berhenti cetak

    Setelah 72 tahun, Harian Bernas akhirnya memutuskan berhenti terbit pada 1 Maret 2018. Harian Bernas menyapa pembacanya untuk terakhir kalinya pada Kamis (28/2) hari ini. Pihak manajemen memilih bermigrasi dari cetak menjadi media digital dengan nama Bernas.id.

  • Koran, warisan pusaka suami
    Khas
    Koran, warisan pusaka suami

    Ditinggal mati suaminya, Ety nekat melanjutkan pekerjaan menjadi sub agen koran. Dia punya 20 anak buah yang bekerja dengannya.

  • Mengandalkan langganan dan pembaca tua
    Khas
    Mengandalkan langganan dan pembaca tua

    Setiap hari, dari tiap agen, Supardi mengambil koran yang akan dijual dalam jumlah terbatas. Dia membeli koran Bisnis Indonesia 15 eksemplar, Kompas 35, Koran Tempo 5, Rakyat Merdeka 2, dan Pos Kota 5 eksemplar.

  • Loper koran bertahan di era digital
    Khas
    Loper koran bertahan di era digital

    Dari berjualan ratusan eksemplar tiap hari, loper koran kini hanya membawa puluhan koran. Sebagian besar untuk dikirim ke pelanggan.