Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
<b>Sosok Amir Hamzah Pasaribu, Seorang Komponis Indonesia Asal Toba yang Dicap Ikut Lekra</b><br>

Sosok Amir Hamzah Pasaribu, Seorang Komponis Indonesia Asal Toba yang Dicap Ikut Lekra

Lahir di Tanah Toba, sosok komponis dan musisi ini berperan begitu penting bagi perkembangan musik Indonesia.

Sebelum era kemerdekaan Indonesia banyak tokoh-tokoh di bidang musik yang turut menciptakan lagu-lagu nasional yang sering kita dengar ketika upacara atau saat perayaan kemerdekaan tanggal 17 Agustus.

Tak sedikit tokoh musik berasal dari luar Jawa, salah satunya Amir Hamzah Pasaribu yang lahir di Siborong-borong, sebuah kota kecil di daerah Laguboti, Balige, Kabupaten Toba. Namanya mungkin kurang begitu terkenal di telinga masyarakat dan jarang sekali tersorot.

Jasa Amir bagi perkembangan musik Indonesia pada saat itu patut diapresiasi. Ia menjadi sosok yang begitu lengkap dengan berbagai keahliannya dalam musik, komponis dan bahkan menciptakan karya-karya yang inovatif.

Berikut profil Amir Hamzah Pasaribu sang komponis handal yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Bakat di Bidang Musik

Amir Hamzah lahir di kalangan keluarga yang suka dengan musik. Sang ayah yang merupakan orang asli Tapanuli memiliki sebuah alat musik bernama Orgel Pompa Angin.

Sejak kecil, Amir sudah tak asing dengan Orgel Pompa Angin itu. Bahkan, ia sering bermain Orgel dan menunjukkan bakat di bidang musik.

Dari situlah, keahlian Amir di bidang musik mulai terasah dan mulai peka dengan alunan nada. Ia sempat belajar piano dari Willy van Swerss dan Joan Giessens.

Lalu, banyak orang Rusia yang datang ke Pulau Jawa, Amir memanfaatkan momen itu untuk belajar alat musik Cello pada seseorang bernama Nicolai Varvolomejeff.

Bekerja di RRI

Setelah kemerdekaan, Amir Hamzah bekerja di bagian musik Radio Republik Indonesia (RRI) bersama dengan Cornel Simanjuntak yang juga komponis muda yang juga sahabat dekatnya.

Tahun 1954-1957, Amir menjabat sebagai direktur di Sekolah Musik Indonesia Yogyakarta yang menjadi cikal bakal Institut Seni Indonesia (ISI). Banyak tokoh musik Indonesia jebolan dari SMINDO.

Setelah menjadi direktur SMINDO, Amir diminta untuk pindah ke Jakarta untuk menjabat Kepala kursus jurusan Seni Suara Lembaga di IKIP UI (kini Universitas Neger Jakarta) dari tahun 1957-1968.

Tahun 1968, Amir memutuskan pensiun dan menjadi guru piano dan cello di Pusat Kebudayaan Suriname. Kemudian tahun 1980-1995 menjadi guru privat di Paramarimbo.

Tahun 1995, ia kembali ke Medan dan menghabiskan masa tuanya sebagai importir piano merk Petrof dari Ceko.

Karya Amir

Melansir dari repository UGM "Biografi Amir Pasaribu dan pemikiran-pemikirannya dalam bidang seni budaya" karya Eritha Rohana (2004), Amir Hamzah adalah sosok ahli musik dengan keahlian yang sangat lengkap.

Selain itu, ia juga melahirkan karya-karya musik yang jauh lebih inovatif dan modern, atau bisa dikatakan selangkah lebih maju pada saat itu. Bahkan, belum ada tokoh musik yang bisa menyamai dirinya.

Salah satu karya yang masih terus diputar sampai saat ini adalah Andika Bhayangkari.

Lagu ini tidak pernah absen dalam setiap acara Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan saat detik-detik proklamasi di Istana Negara.

Dicap Lekra

Pada zaman dahulu, Lekra atau Lembaga Kebudayaan Rakyat begitu identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Bahkan, idealisme Komunis sudah begitu berseberangan dengan Tentara.

Akan tetapi, Amir yang diduga bergabung dengan Lekra justru karyanya sering sekali dikumandangkan saat acara-acara Tentara.

Tidak diketahui pasti alasan dan kapan Amir memilih bergabung dengan Lekra. Beberapa karya Amir ini harus mendapat apresiasi yang setinggi-tingginya. 

Jejak W.R. Soepratman Pencipta Lagu Indonesia Raya di Surabaya, Belum Menikah dan Meninggal di Usia Muda
Jejak W.R. Soepratman Pencipta Lagu Indonesia Raya di Surabaya, Belum Menikah dan Meninggal di Usia Muda

Intip hari-hari terakhir pencipta lagu kebangsaan Indonesia ini di Kota Pahlawan

Baca Selengkapnya icon-hand
Sosok Agus Sarondeng, Pencipta Lagu Campursari Asal Trenggalek yang Tak Kalah Keren dari Didi Kempot dan Cak Diqin
Sosok Agus Sarondeng, Pencipta Lagu Campursari Asal Trenggalek yang Tak Kalah Keren dari Didi Kempot dan Cak Diqin

Lagunya yang menggambarkan keindahan alam dan budaya Trenggalek diganjar penghargaan bergengsi

Baca Selengkapnya icon-hand
Sisi Lain Soeharsikin Istri HOS Tjokroaminoto, Pawang Ular Andal hingga Jago Bermain Piano
Sisi Lain Soeharsikin Istri HOS Tjokroaminoto, Pawang Ular Andal hingga Jago Bermain Piano

Ia adalah sosok penting di balik kehidupan sang guru bangsa

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Lukisannya Dikoleksi Presiden Soekarno, Ini Sosok Nasjah Djamin Sang Maestro dan Penulis dari Tanah Batak
Lukisannya Dikoleksi Presiden Soekarno, Ini Sosok Nasjah Djamin Sang Maestro dan Penulis dari Tanah Batak

Nasjah bukanlah keturunan seniman, bahkan tidak ada keluarganya satupun yang miliki bakat di bidang seni.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kampanye Akbar Prabowo, Ahmad Dhani Sebut Titiek Soeharto Calon Ibu Negara
Kampanye Akbar Prabowo, Ahmad Dhani Sebut Titiek Soeharto Calon Ibu Negara

Momen itu terjadi saat Dhani dan grup band Dewa menyanyikan sejumlah lagu.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengingat Galang Rambu Anarki, Musisi Muda yang Jadi Inpirasi Lagu
Mengingat Galang Rambu Anarki, Musisi Muda yang Jadi Inpirasi Lagu

Galang Rambu Anarki lahir di Jakarta pada 1 Januari 1982 dari pasangan Iwan Fals dan Rosana. Dirinya sempat berkarir sebagai musisi bersama band Bunga.

Baca Selengkapnya icon-hand
Sosok Letjen (Purn) Tarub, Lulusan Akmil 1965 yang Pernah Jadi Pangkostrad hingga Duta Besar
Sosok Letjen (Purn) Tarub, Lulusan Akmil 1965 yang Pernah Jadi Pangkostrad hingga Duta Besar

Ia merupakan salah satu tokoh militer Indonesia yang dipercaya jadi komisaris televisi nasional hingga perusahaan perabot rumah tangga.

Baca Selengkapnya icon-hand
Sosok 2 Jenderal TNI Beda Bintang Dulu Atasan & Bawahan, Kemudian Hari si Anak Buah Melejit Sama-sama Bintang 5
Sosok 2 Jenderal TNI Beda Bintang Dulu Atasan & Bawahan, Kemudian Hari si Anak Buah Melejit Sama-sama Bintang 5

Dua sosok Jenderal TNI bintang lima ini ternyata pernah jadi atasan dan bawahan. Simak karier keduanya hingga mampu meraih penghargaan tertinggi militer.

Baca Selengkapnya icon-hand
Suaranya Keren saat Bawakan Lagu 'Bis Kota', Akhirnya Fahmi Bo Terjun ke Dunia Tarik Suara
Suaranya Keren saat Bawakan Lagu 'Bis Kota', Akhirnya Fahmi Bo Terjun ke Dunia Tarik Suara

Fahmi Bo baru merilis single perdana bersama Yogi Andrian lewat lagu 'Gara-gara Cinta'.

Baca Selengkapnya icon-hand