Bocah SD Hilang Terseret Arus Banjir di Padang Sidempuan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Seorang bocah Sekolah Dasar (SD) dikabarkan hilang pada Minggu (30/4) di saluran drainase yang sedang meluap dan dilanda banjir.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Bocah SD Hilang Terseret Arus Banjir di Padang Sidempuan, Tim SAR Lakukan Pencarian
Ilustrasi banjir. ©Unplash/jonfordphotos

Seorang bocah Sekolah Dasar (SD) dikabarkan hilang pada Minggu (30/4) di saluran drainase yang sedang meluap dan dilanda banjir. Bocah tersebut bernama Luky, berusia 6 tahun yang tinggal di Jalan Mawar/Enda Mora Ujung, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kota Padang Sidempuan.

Menurut seorang warga setempat bernama Pardamaen Nasution, saat kejadian kondisi air sedang meluap hingga setinggi bahu. Korban bersama pamannya sedang berada tepat di pinggir meluapnya air, kemudian pamannya sedang mengambil foto, tak lama korban tidak kelihatan lagi.

"Saat itu air setinggi bahu, sedangkan anak tersebut (korban) di pinggir jalan bersama pamannya. Beberapa saat kemudian si paman sedang memotret, tak lama kemudian tidak kelihatan lagi," ujarnya mengutip dariANTARA(1/5).

Sedang Diguyur Hujan

Pardamean menjelaskan, pada saat kejadian itu sedang diguyur hujan deras, lokasi persisnya dari parit jalan hingga perumahan warga yang berada lebih rendah dari badan jalan sehingga tergenang setinggi bahu.

"Air parit atau drainase ini meluap hingga rata dengan jalan dan di rumah warga sudah setinggi bahu orang dewasa. Saat banjir, anak itu (korban) sudah tidak kelihatan lagi," ungkapnya.

Menanggapi kabar tersebut, Tim SAR bersama BPBD telah melakukan penyisiran dan pencarian dari titik lokasi hilangnya bocah tersebut hingga ke bendungan irigasi Pulau Bauk, Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara.

"Tim SAR bersama BPBD telah menyisir dari titik lokasi dinyatakan hilangnya bocah tersebut. Hingga kini belum ada tanda-tanda," terang Kepala BPBD Kota Padang Sidempuan, Dedy Iriansyah Siregar.

Perluas Lokasi Pencarian

Hingga saat ini, bocah tersebut belum ditemukan oleh Tim SAR gabungan. Namun, lokasi pencarian diperluas hingga 17 kilometer dari titik hilangnya korban. Perluasan pencarian tersebut hingga pertemuan antara Batang Ayumi, Bendungan Paya Sordang dengan Sungai Batang Angkola di Muara Tais, Pargumbangan, Tapanuli Selatan.

"Total perluasan hingga 17 kilometer, mulai dari titik nol hilangnya di Kelurahan Ujung Padang sampai Jembatan Muara Tais, Pargumbangan, Tapanuli Selatan hingga sepanjang Sungai Batang Angkola," ucap Dedy.

Diterangkan Dedy, awal pencarian hanya seluas 7 kilometer dari titik hilangnya korban, kemudian meluas menjadi 10 kilometer hingga saat ini menjadi 17 kilometer.

"Seluruh titik drainase hingga pertemuan ke sungai sudah dilakukan penyisiran, semoga hari ini sama-sama berdoa ada hasil pencarian hari ini," tutup Dedy.

Rekomendasi