Niat shalat gerhana bulan total perlu dilafalkan oleh umat muslim sebelum menunaikan ibadah ini. Dalam Islam, fenomena gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Setiap Muslim yang mengetahui akan terjadi gerhana, dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah kusuf, baik itu gerhana matahari atau gerhana bulan.
Adapun tata cara shalat gerhana bulan tidak jauh berbeda dengan sholat pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada waktu pelaksanaannya yang lebih lama. Anjuran shalat gerhana bulan ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadis, artinya:
"Sungguh, gerhana matahari dan bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah ta’ala. Karenanya, bila kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, bangkit dan shalatlah kalian,"(HR Bukhari-Muslim).
Sebelum mengerjakan shalat gerhana bulan, umat muslim perlu melafalkan niat terlebih dahulu. Berikut niat shalat gerhana bulan total yang dilansir dari NU Online:
Advertisement
Niat shalat gerhana bulan total bisa dibaca sebelum menunaikan ibadah sunnah ini. Shalat gerhana bulan pertama kali disyariatkan pada tahun kelima Hijriyah. Sementara itu, menurut pendapat yang kuat sholat gerhana dilakukan pada bulan Jumadal Akhirah.
Melansir dari NU Online, mayoritas ulama menyatakan hukum menjalankan sholat gerhana adalah sunnah muakkad. Pendapat ini didasarkan pada salah satu surah Al-Qur'an, yang artinya:
"Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya," (QS Fushilat [41]: 37).
Adapun niat shalat gerhana bulan total adalah sebagai berikut:
Usholli sunnatal khusuufi rok'ataini imaaman/ma'muuman lillahi ta'aalaa
Artinya:"Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat sebagai iamam/makmum karena Allah Ta'ala.
Advertisement
Setelah mengetahui niat shalat gerhana bulan total, penting juga memahami ibadah sunnah ini. Shalat gerhana bulan dimulai sejak awak terjadinya gerhana bulan sampai gerhana tersebut. Adapun tata cara sholat gerhana bulan sesuai ajaran Rasulullah SAW sebagai berikut:
1. Niat
2. Takbiratul Ihram
3. Membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya. Disunnahkan surat yang panjang
4. Ruku'
5. Disunnahkan waktu ruku' lama, seperti waktu berdiri
6. Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya. Disunnahkan lebih pendek daripada sebelumnya
7. Ruku' lagi. Disunnahkan waktunya lebih pendek dari ruku pertama
8. I'tidal
9. Duduk di antara dua sujud
10. Sujud kedua
11. Berdiri lagi (rakaat kedua), membaca surat Al Fatihah dan lainnya
12. Ruku'. Disunnahkan waktu ruku' lama, seperti waktu berdiri
13. Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya
14. Ruku' lagi. Disunnahkan waktu ruku' lebih pendek dari ruku' pertama
15. I'tidal
16. Sujud
17. Duduk di antara dua sujud
18. Sujud kedua
19. Duduk Tahiyah akhir.
Advertisement
Doa gerhana bulan total ini bisa dilafalkan setelah membaca niat shalat gerhana dan menunaikannya. Dalam berbagai riwayat yang disepakati para ulama, amalan yang dianjurkan saat gerhana bulan adalah shalat gerhana, memperbanyak zikir, bertaubat, dan banyak memperbanyak amal baik. Berikut doa gerhana bulan yang bisa dibaca umat muslim:
الحمد لله حمداً دائمًا طاهراً طيباً مباركاً فيه.. ملء السماوات وملء الأرض.. وملء ما بينهما.. وملء ما شئت من شيء بعد.. أحق ما قال العبد.. وكُلُنا لَكَ عبد
“Alhamdulillah hamdan daaiman toohiron thoyyiban mubarokan fiih. Mil’ussamawati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa baina huma, wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du. Ahaqqo maa qoolal abdu, wa kunna laka abdun.”
Artinya:
“Segala puji bagi Allah, pujian murni, baik dan diberkati-Nya. Yang memenuhi langit dan memenuhi bumi dan memenuhi apa yang ada di antara mereka dan mengisi apa pun yang Anda inginkan. (Dia) yang paling berhak memanggil hamba dan kami semua adalah hamba.”