Tingkatkan Pendapatan Masyarakat, Nias Utara Mulai Ekspor Kelapa Segar ke Tiongkok

Kabupaten Nias Utara mulai ekspor kelapa segar ke Kota Hainan, Tiongkok. Pada pengiriman perdana ini, Kabupaten Nias Utara akan mengirimkan sebanyak 74 ton kelapa.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Tingkatkan Pendapatan Masyarakat, Nias Utara Mulai Ekspor Kelapa Segar ke Tiongkok
Ilustrasi Ekspor Impor. ©2014 Merdeka.com

Kabupaten Nias Utara mulai ekspor kelapa segar ke Kota Hainan, Tiongkok. Pada pengiriman perdana ini, Kabupaten Nias Utara akan mengirimkan sebanyak 74 ton kelapa.

Dalam kegiatan ekspor pedana tersebut, turut dihadiri oleh Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi di Pelabuhan Angin, Kota Gunungsitoli pada hari Rabu (8/3). Menurutnya, kegiatan ekspor ini mampu meningkatkan pendapatan warga Nias dan kedepannya akan ekspor bahan jadi.

"Tujuan kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini kelapa segar, nanti ke depan kita harus bisa mengekspor bukan barang mentah lagi, melainkan ekspor kopra sehingga masyarakat di sini bisa mendapat pekerjaan," ucap Edy mengutip dari situs resmi Pemprov Sumut (8/3).

Hasil BUMD Nias Utara

Kelapa segar yang diekspor ke Tiongkok merupakan hasil dari BUMDes Nias Utara binaan Desa Sejahtera Astra (DSA). Setelah ini, Nias Utara akan menyediakan sebanyak 8 juta kelapa segar untuk dikirimkan ke Tiongkok.

"Selamat kepada Nias Utara, terima kasih Pak Bupat, PT Astra dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang membina desa-desa di sini. Mudah-mudahan ke depan kita semua bisa menggali potensi lain dari Kabupaten Nias ini," harap Edy.

Tak hanya itu, Edy Rahmayadi turut memberikan sorotan khusus kepada pulau Nias terkait masalah infrastruktur. Hal ini akan mempermudah mobilisasi perekonomian dan aktivitas masyarakat setempat.

Daerah Mandiri

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Provinsi Sumut itu berharap potensi yang ada di Pulau Nias bisa terus dikembangkan. Hal ini mengingat jika daerah Nias terpisah dari Pulau Sumatra. Maka dari itu, daerah ini harus mandiri secara pangan agar bisa berkembang lebih cepat.

"Kondisi geografis Nias terpisah dari Sumatra, karena itu Nias harus bisa mandiri secara pangan, kalau tidak untuk mengimpor bahan pangan ke Nias, biayanya sangat mahal," katanya.

Pihak Pemprov turut mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk pembangunan di Pulau Nias.

"Rp200 miliar disiapkan untuk membangun infrastruktur jalan di Pulau Nias, tahun ini harus selesai karena ini sangat penting untuk menunjang perkembangan Pulau Nias," tegasnya.

Rekomendasi