Nasib pilu dialami oleh petani di sejumlah desa di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara (Sumut) yang lahannya terancam gagal panen akibat serangan hama tikus.
Sejumlah desa di Tapsel ini sudah dua pekan serangan hama tikus ini merusak tanaman padi para petani. Tikus-tikus tersebut menyerang tanaman padi 10-45 hari setelah masa tanam.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Wanita Cempaka Desa Sorimanaon, Ellyyani pada Kamis (26/8).
"Upaya pembasmian tikus seolah tak mempan saking banyaknya yang diduga bermigrasi dari areal persawahan tetangga. Sementara warga sini bergantung hidup dari pertanian. Kami hanya pasrah. Kalaupun dapat 20 atau 30 persen hasil panen sudah syukurlah itu," ungkapnya.
Untuk diketahui, wilayah Kecamatan Angkola Muaratais dan Kecamatan Batang Angkola memiliki luas baku sawah 2.689 hektare yang saat ini sedang musim tanam padi.
Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya.
Advertisement
Petani Mulai Tinggalkan Lahan
Ellyani mengatakan, akibat dari serangan hama tikus ini, petani satu per satu mulai meninggalkan lahan sawahnya lantaran harapan untuk bisa panen sangat kecil.
"Harapan untuk bisa panen tahun ini tipis, satu per satu petani mulai tinggalkan lahan garapan," ungkapnya pada Jumat (27/8).
Sementara itu, Kordinator BPP Huta Holbung, Angkola Muaratis, Erwin menjelaskan, serangan hama ini merupakan siklus lima tahunan. Saat ini, hamparan luas persawahan yang mulai tumbuh bulir terlihat kuning dan batangnya membusuk dampak serangan tikus tersebut.
"Kondisi mulai parah saat ini areal persawahan berlokasi di Desa Pangaribuan, Desa Sorimanaon, Desa Tatengger, dan Desa Purba Nauli dan mengancam sekitarnya," ujarnya.
Advertisement
Sudah Lakukan Upaya Pembasmian
Kordinator POPT-PHP Angkola Muaratais dan Batang Angkola, Ali Husni mengatakan, pihaknya bersama BPP dan masyarakat sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya pembasmian hama tikus ini. Namun, serangan tikus belum juga menurun bahkan semakin banyak."Pemakaian tiran, racun tikus dan berburu sudah kita lakukan, hanya saja serangan tikus luar biasa. Kita akan terus bekerja secara optimal. Tikus-tikus itu bermigrasi dari areal sawah yang lebih dulu panen," jelasnya. Dampak dari serangan hama tikus ini, Kepala Desa Muaratais Dua, Nandar Batubara mengaku, salah satu lahan milik warganya seluas satu hektare telah gagal panen total."Sawah kita yang di sewa warga Alinuddin seluas satu lungguk habis sebelumnya habis di bantai hama tikus sehingga gagal panen total, miris memang," kata Nandar.