Luhut Binsar Akan Bangun Pusat Riset Tanaman Herbal di Danau Toba, Ini Faktanya

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan membangun pusat riset tanaman herbal di kawasan Danau Toba, Sumut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Luhut Binsar Akan Bangun Pusat Riset Tanaman Herbal di Danau Toba, Ini Faktanya
ilustrasi tanaman herbal. pixcooler.com

Pada Oktober lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke China dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Keduanya membahas mengenai kerja sama pengembangan pusat konservasi, penelitian dan inovasi tanaman obat China-Indonesia di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara (Sumut).

Menindaklanjuti hal tersebut, Luhut akan membangun pusat riset tanaman herbal di kawasan Danau Toba, Sumut. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi Septian Hario Seto pada Senin (21/12).

"Dari Pak Luhut, inisiatif pribadi beliau, beliau akan buat sekitar 500 hektare di Toba untuk kebun herbal," kata Seto.

Sebelumnya, Menlu Wang Yi juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi China dalam kerja sama tersebut. Hal tersebut pun disambut baik Luhut mengingat potensi herbal Indonesia yang sangat besar.

Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya.

Gandeng Dua Universitas dari China

Seto menuturkan, Luhut telah berkomunikasi dengan dua universitas asal China yang terkenal akan riset tanaman herbalnya, yakni Zhejiang Chinese Medical University dan Yunnan University.

Salah satu universitas tersebut, yakni Zhejiang University, terkenal dengan pengembangan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligent/AI), di mana sistem tersebut bisa mengetahui manfaat herbal untuk pengobatan penyakit tertentu hanya dengan mengetahui kandungan tanaman herbal dan mengombinasikannya dengan herbal lainnya.

"Jadi sudah sangat advance (maju) di sana risetnya. Ini yang Pak Menko (Luhut) dorong. Beliau harap ini segera terealisasi karena saya pikir kita tidak kalah potensi herbalnya dibandingkan dengan Tiongkok," kata Seto.

Ajak Perusahaan Produsen Obat

Selain menggandeng dua universitas dari China, Luhut juga akan mengundang produsen obat herbal eksisting seperti Dexa-Medica atau perusahaan lainnya untuk ikut melakukan kerja sama riset."Mungkin nanti akan mengundang produsen-produsen herbal yang sudah ada seperti Dexa-Medica karena kami sudah komunikasi dengan dua universitas di Tiongkok yang sangat terkenal untuk penelitian riset herbalnya," jelasnya.

Rekomendasi